Mabur.co – Pendiri Microsoft, Bill Gates, yang dulu dikenal sangat optimis terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), kini berbalik arah.
Lewat esai terbaru yang berjumlah hampir 6.000 kata, miliarder tersebut menyuarakan pandangan pesimistis dan peringatan keras mengenai masa depan umat manusia di tengah gempuran AI.
AI Ubah Struktur Ketenagakerjaan
Gates menilai perkembangan AI akan mengubah struktur ketenagakerjaan secara signifikan. Dampaknya, menurut dia, kemungkinan pertama kali dirasakan pada pekerjaan kerah putih sebelum meluas ke pekerjaan kerah biru.
“Banyak pekerjaan akan hilang, dimulai dari pekerjaan kerah putih, kemudian disusul pekerjaan kerah biru,” ujar Gates, dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (29/8/2026).
Gates melihat, AI sebagai teknologi memiliki dua sisi. Di satu sisi, AI berpotensi menjadi alat yang kuat untuk memperluas pemerataan.
Namun, di sisi lain, teknologi tersebut dapat menjadi ancaman terhadap pemerataan apabila manfaatnya tidak diikuti kesiapan masyarakat dan dunia kerja.
“AI adalah alat paling kuat untuk mendorong pemerataan sekaligus ancaman terbesar terhadap pemerataan yang pernah diciptakan manusia,” katanya.
Perlu Strategi Bantu Masyarakat Hadapi Perubahan
Gates menilai, dunia belum memiliki persiapan yang memadai untuk menghadapi perubahan tersebut. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dinilai belum mempunyai strategi yang jelas untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan tenaga kerja.
“Saya khawatir kita belum mempersiapkan diri,” katanya.
Gates menilai juga, belum terdapat rencana konkret untuk memperlancar transisi masyarakat menuju era AI.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan apabila laju otomatisasi lebih cepat dibandingkan kemampuan tenaga kerja dan institusi untuk beradaptasi.
“Belum ada rencana untuk mempermudah transisi menuju era AI, bahkan belum ada rencana untuk membuat rencana,” ujarnya.
Gates mengatakan, ketidaksiapan menghadapi perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko pengangguran dan tekanan sosial di berbagai komunitas.
Karena itu, ia mendorong tindakan lebih awal sebelum dampak otomatisasi terhadap pasar tenaga kerja semakin besar.
“Dunia masih memiliki kesempatan untuk bertindak sekarang, sebelum pengangguran meningkat tajam, masyarakat di berbagai komunitas menderita, dan kepercayaan publik terkikis,” katanya.
