Kabut Asap Makin Parah, Pemkab Banjar Siapkan Pembelajaran Jarak Jauh bagi Siswa

3 Min Read
A hazy urban street scene with several motor scooters riding toward the camera and a few pedestrians on the sidewalk; a tall column-like monument is visible in the distance.
Kabut asap akibat karhutla nampak menutupi wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto: infopublik.banjarkab.go.id)

Mabur.co – Semakin mengkhawatirkannya kondisi pencemaran udara akibat kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan memaksa Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengambil tindakan.

Guna meminimalisir dampak kabut asap tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar bahkan tengah bersiap untuk mulai menerapkan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa.

Kebijakan itu dibuat guna memastikan kegiatan belajar tetap dapat berjalan tanpa harus mengabaikan kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, sendiri mengaku telah berkoordinasi dengan sekolah untuk mengetahui kondisi udara dan situasi pembelajaran di masing-masing wilayah.

Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Tak hanya itu pihak sekolah juga diminta untuk memperhatikan kondisi kesehatan siswa. Jika kabut asap semakin tebal dan kualitas udara dinilai tidak aman, kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dihentikan dan diganti sistem jarak jauh.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk,” kata Liana dilansir situs resmi Pemkab Banjar.

Dengan skema pembelajaran jarak jauh, proses belajar-mengajar dinilai akan tetap dapat berlangsung tanpa mengharuskan siswa beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk.

Meski begitu, penerapan PJJ ini rencananya tidak akan dilakukan secara serentak tanpa melihat kondisi wilayah. Pasalnya kebijakan ini akan dijalankan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi lapangan di masing-masing sekolah.

“Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman,” ujarnya.

Sementara itu adanya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir, dilaporkan telah memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat. 

ISPA Meningkat

Sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (29/8/2026), Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mencatat adanya sebanyak 36.196 laporan kasus ISPA sepanjang minggu ke-28 hingga ke-32 tahun 2026.

Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, mengatakan data tersebut dihimpun melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Laporan ISPA menunjukkan kecenderungan meningkat dari pekan ke pekan di tengah kondisi karhutla.

Pada minggu ke-32, Banjarmasin tercacat menjadi daerah dengan laporan ISPA terbanyak, yakni 1.603 kasus. Disusul Banjarbaru dengan 1.142 kasus dan Kabupaten Banjar dengan sebanyak 1.135 kasus.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar