Terdampak Kekeringan, Warga Perbukitan Menoreh Andalkan Droping Air Bersih

4 Min Read
Group of villagers near a blue plastic-lined water tank, filling buckets as a red tanker labeled 'SAR SIGAP' stands nearby.
Sejumlah warga memanfaatkan bantuan droping air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Kemarau panjang mengakibatkan warga di kawasan Perbukitan Menoreh, Kulon Progo, kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya dirasakan warga Padukuhan Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. 

Warga tidak hanya menghadapi sumber mata air yang mulai mengering. Jaringan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang selama ini menjadi salah satu sumber pasokan air juga sudah tidak mampu menjangkau permukiman warga.

Akibatnya, warga harus mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Berlangsung Beberapa Pekan

Warga Papak, Nova Wahyu Ismadi, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Debit air dari sumur warga terus menurun sehingga tidak bisa langsung digunakan setiap saat.

Warga bahkan harus menunggu sekitar dua hingga empat hari, hingga air di sumur kembali terkumpul.

Kondisi ini membuat kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari menjadi persoalan. Warga yang tidak memiliki persediaan cukup terpaksa mencari sumber air di wilayah lain. Padahal jarak yang harus ditempuh untuk mendapatkan air pun cukup jauh.

Persoalan semakin berat karena jaringan Pamsimas yang sebelumnya membantu memenuhi kebutuhan warga kini tidak lagi mengalir hingga permukiman.

“Sudah 2 minggu terakhir Pamsimas mati. Akibatnya ya harus cari sumber di wilayah lain. Lumayan jauh. Tapi mau bagaimana lagi. Sumur juga surut sehingga tidak bisa diambil setiap hari,” katanya.

Akibat kondisi ini warga pun akhirnya hanya bisa mengandalkan bantuan droping air bersih yang disalurkan sejumlah pihak secara berkala.

Air bantuan tersebut menjadi sangat penting karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air warga tidak mencukupi.

Penampungan Terpal

Untuk menampung air hasil droping, warga pun membuat tempat penampungan sementara menggunakan terpal.

Namun, tempat penampungan tersebut juga memiliki keterbatasan. Ketika persediaan air mulai menipis atau habis, warga kembali harus menghubungi petugas untuk mendapatkan pasokan berikutnya.

Ketua Umum SAR Sigap Kulon Progo, Sulistyawan, mengatakan pihaknya rutin menyalurkan bantuan droping air bersih ke sejumlah warga terdampak kekeringan di Perbukitan Menoreh. 

Upaya penyaluran air bersih ini terus dilakukan sebagai upaya membantu warga yang mengalami kesulitan air sejak beberapa waktu terakhir.

“Kita rutin menyalurkan air bersih. Jika ada warga yang butuh droping biasanya akan menghubungi,” ungkapnya. 

Distribusi Air Bersih Salah Satu Solusi

Distribusi air menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Meski demikian, droping air hanya mampu mengatasi kebutuhan dalam jangka pendek. Persoalan utama berupa berkurangnya sumber air dan tidak berfungsinya jaringan Pamsimas masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menurut warga, krisis air seperti ini bukan kali pertama terjadi. Setiap kali kemarau berlangsung panjang, sejumlah sumber air di wilayah tersebut mengalami penurunan debit hingga mengering.

Di Padukuhan Papak, sedikitnya puluhan kepala keluarga terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 3 RW dan 10 RT.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang harus dihadapi warga selama musim kemarau.

Warga berharap persoalan ini tidak hanya ditangani melalui bantuan droping air. Perbaikan jaringan Pamsimas serta upaya menjaga dan mencari sumber air baru dinilai penting agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Selama solusi permanen belum tersedia, bantuan distribusi air bersih masih menjadi andalan warga Papak untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar