GALERI FOTO – Peluang Besar Yogyakarta sebagai Kota Sastra Dunia

2 Min Read
Group of students and organizers on a stage at a book fair, each holding a booklet or program.
Alumni peserta Temu Karya Sastra (TKS) melakukan sesi foto bersama dalam rangkaian launching antologi puisi berjudul "Dari A hingga I" (Foto: Azka Qintory)

Mabur.co – Kegiatan Sambang Komunitas yang digalakkan budayawan Tedi Kusyairi memasuki edisi ke-19, dilangsungkan di Halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD DIY), Kompleks Grhatama Pustaka, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul, Senin (7/9/2026).

Ternyata Yogyakarta memang mempunyai peluang besar untuk menjadi sentral kota sastra yang tersohor hingga level internasional. Boleh jadi hanya di Yogyakarta bisa dijumpai tumbuhnya ekosistem sastra yang organik dan mengakar.

Oleh sebab itu, di era digital ini pula perlu lebih mengoptimalkan kampanye literasi agar posisi Kota Yogyakarta sebagai basis wacana sastra bergema hingga tingkat internasional.

Penerbit buku, misalnya, di antara kota lain di Indonesia boleh jadi Yogyakarta adalah yang terbanyak. Sejumlah penerbit buku di Yogyakarta juga sudah menerjemahkan banyak karya sastra dunia. Misalnya saja penerbit buku Bentang Budaya, penerbit buku LKIS, dan banyak lagi lainnya.

Hal itu menunjukkan bahwa di Kota Yogyakarta juga komitmen untuk senantiasa berdialektika dengan karya sastra dunia terus terbangun. Hal itu pula yang menjadi bagian dari spirit keistimewaan Yogyakarta agar hadir secara plural dan lebih mengglobal.

Belum lama ini, sejumlah pegiat sastra juga sudah melakukan audiensi dengan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk menjajaki peluang terbukanya kerja sama internasional di bidang sastra tersebut. Jika memungkinkan, misalnya, bisa langsung bekerja sama dengan UNESCO.

Dalam Sambang Komunitas #19 kali ini mengambil tema “Mereka-reka Mimpi Yogya sebagai Kota Sastra Dunia”, dengan pemateri R. Toto Sugiharto (redaktur, editor, sastrawan), dan Tedi Kusyairi (penulis, editor, pegiat sastra), serta dipandu oleh moderator Niken Puji Lestari. Acara Sambang Komunitas #19 ini juga dimeriahkan oleh pembacaan karya sastra.

Berikut adalah sejumlah keseruan yang terjadi dalam kegiatan Sambang Komunitas tersebut. (Foto: Azka Qintory)

Panel of three people seated on black sofas, one person speaking into a microphone while others listen, with drinks on a table in front.
Panel discussion on a stage with three speakers under red-and-white drapery and blue banners reading'Pameran Arsip' behind them
Group of students and organizers on a stage at a book fair, each holding a booklet or program.
Group of students and organizers on a stage, smiling, as a man shakes hands with a student and hands her a booklet.
Book cover showing a colorful bouquet of flowers in a vase on a wooden desk, with a notebook and pencil nearby.
Woman wearing a brown hijab speaks into a microphone while reading from a pamphlet at an outdoor event, with a blue banner in the background.
Woman wearing a black hijab reads a magazine outdoors beside palm trees and a blue poster board.

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar