Mabur.co – Israel dilaporkan terus melancarkan serangan brutal ke sejumlah warga tak berdosa di Jalur Gaza, Palestina, di tengah situasi gencatan senjata.
Dilansir Al Jazeera, Selasa (8/9/2026), dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 5 warga Palestina tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan Israel tersebut.
Tak hanya orang dewasa, sebanyak 2 anak di bawah umur juga menjadi korban. Salah satunya Waffa Aqila, seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang tewas mengenaskan bersama ayahnya.
Kendaraan yang mereka tumpangi diserang tentara Israel saat hendak membeli perlengkapan sekolah saat ia akan mulai menjalani sekolah pertama.
Sekolah dan Tempat Pengungsian Jadi Sasaran
Tak hanya itu serangan artileri juga menghantam Sekolah Sakina di Deir el-Balah, Gaza tengah yang digunakan sebagai tempat pengungsian. Serangan itu menewaskan Saadi Ghalia, seorang anak berusia 3 tahun.
Serangan terakhir ini menjadi rentetan aksi kekerasan Israel yang terus berlangsung di Gaza meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan Israel dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Pada awal September, serangan udara di Gaza City menewaskan sedikitnya lima orang, sementara serangan lain di Deir el-Balah juga menyebabkan korban jiwa.
Serangan tidak hanya berdampak pada permukiman dan tempat tinggal warga. Fasilitas yang digunakan warga untuk berlindung juga ikut terdampak, sementara ribuan warga masih hidup dalam kondisi pengungsian.
Ribuan Korban Masih Tertimbun
Di tengah serangan yang terus berlangsung, proses pencarian korban dari serangan sebelumnya juga masih terus dilakukan pihak terkait.
Pada awal September, sekitar 100 jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan di kawasan Zeitoun, Gaza City. Sekitar 60 di antaranya merupakan anak-anak.
Tim pertahanan sipil dan keluarga korban harus menggali reruntuhan selama berminggu-minggu untuk menemukan jasad mereka.
Al Jazeera melaporkan masih banyak korban yang diyakini berada di bawah bangunan yang hancur dan belum dapat dievakuasi.
Kondisi ini membuat jumlah korban terus bertambah bahkan dari serangan yang terjadi jauh sebelumnya.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Al Jazeera, sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2026, sedikitnya 1.352 warga Palestina tewas dan 4.511 lainnya terluka akibat serangan Israel.
Sementara sejak perang dimulai pada Oktober 2023, jumlah korban di Gaza telah mencapai sedikitnya 73.658 orang tewas dan 174.622 orang terluka.
