Kontes Kambing Kaligesing Jadi Momentum Jaga Genetika dan Cetak Ternak Unggul

4 Min Read
Goats with long coats in black and white, tied under orange canopy at a livestock show with spectators in the background.
Suasana kontes kambing Kaligesing Tingkat Nasional memperebutkan Piala Raja di Jogja Agro Park, Kulon Progo, Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Kontes Kambing Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 yang digelar di Jogja Agro Park, Nanggulan, Kulon Progo, tidak hanya menjadi ajang mencari kambing terbaik. 

Kontes ini sejaligus juga menjadi momentum untuk menjaga sumber daya genetika sekaligus mendorong peningkatan populasi dan mutu kambing lokal khususnya ras Kaligesing. 

Baca Juga: https://mabur.co/usaha/ratusan-kambing-kaligesing-ramaikan-ajang-kontes-piala-raja-hb-x-di-kulon-progo/

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Hary Suhada, mengatakan kontes memiliki arti strategis bagi pengembangan peternakan kambing Kaligesing.

Menurut dia, arena kontes dapat menjadi tempat untuk mendorong penggunaan bibit berkualitas, menyediakan calon induk dan pejantan unggul, memberikan apresiasi kepada peternak, sekaligus mengevaluasi perkembangan pembibitan.

Kontes juga membuka kesempatan bagi ternak-ternak berkualitas untuk dikenal pasar yang lebih luas dan mempertemukan peternak dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Prestasi dari kontes ini harus dilanjutkan dengan prestasi di kandang dan di lapangan nantinya,” kata Hary.

Ia menilai potensi kambing lokal di DIY masih sangat besar, tetapi belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pemerintah daerah, peternak, organisasi peternak, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya perlu bersama-sama meningkatkan populasi, produktivitas dan mutu genetika ternak.

Two men shake hands on stage as one hands the other a clear trophy case with a gold eagle trophy inside. A crowd watches in the background.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Hary Suhada, saat menyerahkan tropi pada pemenang. (Foto: JH Kusmargana)

Hary juga menyoroti pentingnya mempertahankan kambing-kambing unggul yang populasinya belum mampu berkembang secara optimal.

Karena itu salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah pembibitan secara terarah, mulai dari pencatatan identitas ternak dan silsilah, seleksi calon induk, peningkatan kualitas pejantan, pemanfaatan teknologi reproduksi hingga penguatan sistem pembibitan.

Pemerintah, kata Hary, juga memberikan ruang lebih besar bagi peternak dalam negeri melalui kebijakan pemasukan kambing dan domba dari luar negeri. Pemasukan tersebut dibatasi untuk kebutuhan bibit yang diperlukan dalam peningkatan mutu genetik.

Kebijakan itu diharapkan mendorong peternak dalam negeri meningkatkan produksi dan produktivitas sehingga mampu menghasilkan ternak lokal yang berkualitas serta memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Hary mengatakan, kambing Kaligesing memiliki peluang pengembangan yang luas. Selain sebagai penghasil daging dan susu, ternak unggul dapat dikembangkan untuk pembibitan, perdagangan ternak, wisata edukasi hingga kegiatan berbasis budaya.

Berdasarkan data sensus ternak 2025, populasi kambing nasional mencapai sekitar 15,8 juta ekor. Sementara di DIY sendiri terdapat sekitar 439.122 ekor kambing.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya genetik yang perlu terus dikembangkan.

Stage event showing people guiding fluffy white llamas on a red carpet with a large display reading '10 BESAR' in the background.
Sejumlah kambing Kaligesing yang ikut memeriahkan Piala Raja di Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan keberadaan kambing juara dalam kontes seharusnya memberikan dampak lebih jauh bagi dunia peternakan.

“Juara kontes tidak hanya berhenti pada piala dan penghargaan, tetapi menjadi sumber bibit dan sumber inspirasi bagi peternak lainnya,” kata Aris.

Dengan demikian, kontes diharapkan menghasilkan lebih banyak ternak yang dapat dijadikan rujukan dalam program pembibitan dan peningkatan kualitas populasi kambing Kaligesing.

Dari sisi daerah, penyelenggaraan kontes juga memberikan manfaat ekonomi. Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menilai pertemuan peternak dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.

“Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik,” ujar Ambar.

Menurut Ambar, kegiatan tersebut juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat karena mempertemukan banyak pelaku usaha dan pengunjung.

Hary menegaskan, keberhasilan pengembangan kambing Kaligesing pada akhirnya tidak cukup dilihat dari banyaknya peserta maupun piala yang diperoleh dalam sebuah kontes.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah kualitas genetik meningkat, populasi bertambah, produktivitas naik, dan peternak memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.

“Semoga ke depan populasi kambing Kaligesing terus meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan,” pungkas Hary.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
1 Komentar