Tak Hanya Harga yang Mahal, Perawatan Kambing Kaligesing Juga Mahal

7 Min Read
Crowd watches white and black llamas behind an orange metal barrier at an outdoor event.
Suasana menyenangkan di acara kontes kambing Kaligesing Piala Raja di Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Tak hanya terkenal akan keindahan bentuk dan postur tubuhnya yang tinggi besar, kambing Kaligesing juga terkenal dengan harganya yang setinggi langit. 

Terlebih jika kambing itu merupakan kambing kelas kontes yang kerap ikut dalam berbagai ajang perlombaan. Satu ekor kambing Kaligesing bahkan bisa mencapai harga hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga: https://mabur.co/usaha/kontes-kambing-kaligesing-jadi-momentum-jaga-genetika-dan-cetak-ternak-unggul/

Mutamakin (35), salah seorang peternak kambing Kaligesing yang telah malang-melintang di dunia kontes kambing sejak 2012 membenarkan hal tersebut.

Peternak asal Dusun Kalilo, Tlogoguwo, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, ini bahkan menjuluki kambing Kaligesing sebagai hewan ternak yang sudah mahal sejak lahir.

Baca Juga: https://mabur.co/usaha/ratusan-kambing-kaligesing-ramaikan-ajang-kontes-piala-raja-hb-x-di-kulon-progo/

Bagaimana tidak, seekor anakan kambing yang baru saja lahir bisa mencapai harga di kisaran minimal Rp10 juta rupiah. Harga itu bahkan bisa meningkat berkali-kali lipat jika bayi kambing itu merupakan keturunan indukan juara.

“Semakin bagus dan berkualitas indukannya, maka anakannya akan semakin mahal,” ujarnya saat ditemui di sela Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 di Jogja Agro Park, Nanggulan, Kulon Progo, Minggu (13/9/2026).

Lelaki yang akrab disapa Makin itu sendiri memelihara sedikitnya 150 ekor Kambing Kaligesing. Beberapa kambing dari peternakannya bahkan sudah sering memenangi kontes bergengsi tingkat nasional. Sebut saja kambing yang diberi nama Erdogan, Elang Sakti, Larasati, dan Mr. Jhony.

“Saya paling mahal pernah jual di harga Rp200 juta. Karena memang kambingnya berkualitas dan beberapa kali juara kontes,” ungkapnya.

Kambing Menang Kontes Harga Meningkat

Semakin banyak kambing memenangi sebuah kontes, otomatis harganya juga akan meningkat drastis. Bahkan, pernah ada seekor kambing Kaligesing dengan kualitas grit A dan prestasi yang sudah terbukti dapat dihargai hingga Rp500 juta rupiah.

“Mahal karena memang kambingnya sudah besar, sering ikut kontes dan wira-wiri menjadi juara, serta keturunannya juga bagus. Konsistensi untuk menurunkan anakan berkualitas inilah yang juga membuat kambing menjadi mahal,” ujarnya.

Dengan harga yang sangat mahal itulah tak heran banyak peternak rela mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk merawat kambing ternaknya masing-masing. 

Mutamakin sendiri mengaku memiliki standar khusus dalam hal perawatan terhadap setiap kambing yang hendak turun ke ajang kontes. 

Pasalnya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap maksimal atau tidaknya performa kambing saat mengikuti kontes tersebut. Biasanya persiapan kambing kontes dilakukan lebih maksimal dibanding perawatan sehari-hari.

“Biasanya untuk kambing kontes, pakan itu lebih maksimal, terus vitamin-vitamin buat kambing itu sendiri, terus perawatan mandi, vitamin bulu. Kita siapkan supaya ketika kontes kondisi performa kambing maksimal,” katanya.

Menjaga Penampilan Bulu

Salah satu perawatan kambing Kaligesing kelas kontes yang cukup menyita perhatian adalah menjaga kebersihan dan penampilan bulu kambing. Sebab kambing Kaligesing memang terkenal memiliki bulu yang panjang. 

Kambing kontes pun harus dimandikan secara rutin, minimal setiap sekitar tiga hari sekali. Perawatan ini bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga memastikan bulu tetap mengembang, lembut, bersih dan enak dipandang saat tampil di arena.

Sampo wajib digunakan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada bulu, termasuk noda kekuningan. Setelah itu, bulu dirawat dengan cara dilumuri minyak ikan agar tampil lebih mengkilap.

Selain kebersihan, asupan pakan juga harus mendapat perhatian khusus. Mutamakin tidak hanya mengandalkan hijauan.

Di kandangnya, kambing juga diberi asupan tambahan berupa ampas tahu, konsentrat hingga buah seperti pisang dan pepaya matang. Pemberian pakan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan kambing yang dipersiapkan untuk kontes.

“Untuk pakan dan perawatan kambing dewasa itu satu ekor rata-rata sekitar Rp30 ribu per hari,” ujarnya.

Untuk anak kambing, perawatannya bahkan lebih detail. Mutamakin mengatakan anak kambing pada kelas tertentu masih membutuhkan susu dalam jumlah cukup banyak.

Dalam sehari, konsumsi susu untuk anakan bisa mencapai sekitar 3-4 liter. Dengan harga susu kambing sekitar Rp25.000 per liter, biaya perawatan pun menjadi semakin besar.

“Makanya jangan heran ketika sampai harganya mahal, karena memang perawatannya juga mahal,” ujarnya.

Mutamakin juga menggunakan probiotik untuk membantu menjaga nafsu makan dan mendukung perkembangan kambing. Perawatan tersebut dilakukan agar pertumbuhan tubuh dan bulu berjalan optimal sebelum kambing dibawa ke arena.

Namun, menurut Mutamakin, perawatan kambing kontes tidak selalu harus mahal. Ia justru berusaha mencari pola perawatan yang efisien dengan memanfaatkan bahan pakan alternatif yang tetap berkualitas.

“Karena saya memang mencari alternatif, bahkan yang bagus tapi masih terjangkau,” katanya.

Bagi Mutamakin, perawatan menjadi bagian penting untuk memaksimalkan potensi kambing. Tidak hanya untuk keperluan kontes saja namun juga memaksimalkan potensi setiap kambing.

Kambing yang ketika masih muda terlihat belum terlalu lebat atau memiliki postur biasa saja, akan bisa menunjukkan perkembangan berbeda setelah mendapatkan perawatan yang tepat.

Terlebih, kambing Kaligesing memiliki sejumlah parameter penilaian yang harus diperhatikan. Mutamakin menyebut terdapat sekitar 11 parameter untuk melihat kualitas seekor kambing kontes. Mulai dari bentuk kepala, telinga, postur, bulu dan sebagainya.

Perhatikan Pakan dan Kesehatan

Karena itu, perawatan sejak usia muda menjadi investasi. Selain memperhatikan pakan dan kesehatan, peternak harus menjaga pertumbuhan tubuh, postur serta perkembangan bulu agar potensi kambing dapat muncul secara maksimal.

Mbaturan Farm sendiri tidak hanya menyiapkan kambing untuk mengikuti kontes. Mutamakin juga mengembangkan kambing muda yang berpotensi menjadi bahan kontes dan dapat dikembangkan kembali oleh peternak lain.

Kambing muda yang masih berharga relatif lebih terjangkau dapat dikembangkan melalui perawatan yang konsisten. Ketika kualitasnya meningkat dan memenuhi lebih banyak parameter penilaian, nilai ekonominya pun ikut terdongkrak.

Itulah sebabnya, arena kontes bukan hanya soal siapa yang membawa pulang piala. Bagi peternak, kontes menjadi tempat menguji hasil pembibitan dan perawatan sekaligus melihat nilai ekonomi ternak yang mereka kembangkan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar