Menteri Kebudayaan Resmikan Ruang Pameran Museum Cipta Mahardika, Dorong Akselerasi Museum Tematik

3 Min Read
Group of people in batik and white shirts look at a framed photo inside a glass display case at a bright exhibition hall with colorful signs overhead.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Ruang Pameran Museum Cipta Mahardika. Foto: Kemenkebud

Mabur.co – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memberikan apresiasi tinggi terhadap komunitas dan pihak swasta yang secara konsisten mendedikasikan diri dalam pelindungan serta pemajuan kebudayaan nasional.

Dalam rilis yang diterima mabur.co. Senin (14/9/2026), hal tersebut disampaikan Menbud saat meresmikan ruang pamer Museum Cipta Mahardika, yang merupakan bagian dari perluasan Museum Gubug Wayang, Mojokerto, Jawa Timur.

Menteri Fadli menegaskan bahwa seluruh koleksi museum tematik amat penting, namun wayang sebagai koleksi utama Museum Gubug Wayang telah diinskripsi oleh UNESCO sejak tahun 2003 sebagai warisan budaya takbenda (WBTb).

16 Warisan Budaya Indonesia

Wayang merupakan pelopor dari 16 warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. Menurut Menbud, keragaman jenis wayang yang memiliki akulturasi dengan budaya lain memerlukan institusionalisasi melalui museum tematik agar edukasi dan literasi budaya masyarakat semakin kuat.

“Kita sangat mengapresiasi individu, swasta, dan korporasi yang mencintai budaya Indonesia dan berani mendirikan museum. Wayang ini tradisinya sangat panjang dan akulturasinya kaya. Dengan semakin banyaknya museum tematik seperti di Museum Gubug Wayang, institusionalisasi warisan budaya kita akan menjadi lebih sustain dan literasi budaya masyarakat dapat dijangkau secara lebih mudah,” ungkap Menbud Fadli Zon.

Menbud menjelaskan bahwa pengelolaan museum oleh pihak swasta dan komunitas terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan.

Menbud Fadli Zon menilai bahwa kreativitas dalam pengemasan museum tematik terbukti sukses menarik minat kunjungan publik secara luas.

Kementerian Kebudayaan menargetkan Indonesia dapat memiliki lebih banyak museum ke depan sebagai etalase kebudayaan dan peradaban bangsa di tingkat global.

“Museum itu bukan cost center, tetapi bisa menciptakan ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Keberanian swasta mendirikan museum membuktikan bahwa museum dapat dioperasionalkan secara profesional dan mandiri. Kita berharap Indonesia ke depan memiliki lebih dari seribu museum sebagai etalase budaya dan peradaban nasional di tengah peradaban dunia,” imbuh Menbud.

Museum Pelawak

Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli juga mengumumkan rencana peresmian Museum Pelawak atau Museum Bing Slamet pada 27 September 2026 mendatang yang bertepatan dengan Hari Komedi Nasional.

Pencanangan tersebut menjadi komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Peninjauan museum tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari; Penasehat Yayasan Museum Gubug Wayang, Kombes Pol Tri Suhartanto; Direktur Utama Museum Gubug Wayang, Dea Putri Njoto; seniman Kirun dan Adi Bing Slamet.

“Mudah-mudahan, Museum Gubug Wayang dan museum-museum yang merupakan kelompok grup dari museum Gubug Wayang ini bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya museum-museum lain yang lebih tematik,” pungkas Menteri Kebudayaan.

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar