Mabur.co – Viralnya pertunjukan yang dinilai berbau ritual setan dalam acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, memunculkan beragam reaksi luas masyarakat.
Tak hanya dari kalangan masyarakat biasa, tanggapan juga muncul dari sejumlah tokoh publik. Salah satunya adalah komika terkenal Mongol Stres yang banyak diberitakan pernah menjadi pengikut sekte satanik.
Pelawak yang juga aktor bernama asli Rony Imanuel itu memberikan tanggapan lewat akun Instagram pribadinya @mongolstres yang kemudian ramai dibagikan sejumlah akun besar lainnya hingga viral.
Imbauan Komika Mongol
Dalam postingan video yang diunggah, Mongol mengaku banyak mendapat Direct Message (DM) dari pengikutnya agar ikut memberikan tanggapan atas peristiwa di Pekalongan tersebut.
“Gue sih gak bisa memberikan tanggapan apa-apa. Tapi kalau bisa sih, maksudnya ayolah main-main yang baik-baik aja. Main hal-hal yang tidak terlalu menyerempet hal-hal yang frontal. Main yang smooth-smooth aja. Bikin gambar apa kek cacing atau semut. Gak usah bikin gambar yang berbau begitu,” ujarnya.
Selain Mongol, komika lainnya Coki Pardede juga turut memberikan respons. Lewat akun Instagram pribadinya @cokipadedebebas ia sendiri tidak memberikan pernyataan langsung.
Coki hanya nampak memosting sebuah gambar bernuansa hitam putih berupa kalung berbentuk tengkorak kepala kambing dengan segitiga pentagram di baliknya. Postingan itu juga tidak disertai caption.
Gambar itu sendiri sering diidentikan dengan sosok Baphomet simbol Satanik yang merupakan makhluk bertanduk dengan kepala kambing yang dipopulerkan oleh okultis Prancis, Eliphas Levi, pada 1854.
Berbau Okultisme
Sebagaimana diketahui Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, viral dan menjadi sorotan di media sosial usai sejumlah peserta menampilkan pertunjukan tak biasa yang dinilai berbau okultisme.
Dalam berbagai video yang beredar luas di media sosial, sejumlah peserta nampak mengenakan berbagai kostum dengan ornamen dan jubah tertutup. Serta melakukan adegan penyembelihan kambing di tengah pertunjukan.
Penyembelihan kambing itu dilakukan di atas altar yang dikelilingi lilin serta gambar pentagram terbalik, kepala kambing, lingkaran konsentris dan sejumlah simbol lainnya yang dianggap menyerupai sebuah ritual satanik.
Tak Sesuai Budaya Lokal Masyarakat
Tak sedikit warganet mempertanyakan dan mengecam pertunjukan tersebut yang dinilai tidak sesuai budaya lokal masyarakat. Terlebih SKNC merupakan salah satu rangkaian kegiatan budaya bernapas Islam yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Simbang Kulon.
Pelaksanaan SKNC 2026 ini semakin menjadi sorotan publik setelah adanya salah satu peserta yakni Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon, yang diketahui meninggal dunia pasca-pelaksanaan karnaval.
Sejumlah sumber menyebut, Ahmad meninggal karena terlalu kelelahan setelah melakukan kegiatan karnaval. Meski begitu tak sedikit warganet berspekulasi dan mengaitkan meninggalnya Ahmad dengan pertunjukan tak biasa penyembelihan kambing dan nuansa menyeramkan dalam pertunjukan.
Sementara itu hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait perihal kontroversi dalam pertunjukan SKNC 2026 di Pekalongan ini.
