Sate Ambal Kebumen Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Keistimewaan Bumbu Saus Tempe

3 Min Read
Satay skewers with peanut sauce on a plate, garnished with cucumber slices, onions, and chopped red chili peppers.
Kuliner lokal sate ambal Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: cookpad@riens_putri)

Mabur.co – Sate Ambal yang merupakan hidangan kuliner khas Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dilansir dari situs Dinas Pariwisata Kebumen, Selasa (15/9/2026), dijelaskan penetapan ini diumumkan setelah Sidang Penetapan WBTb Termin 2 Tahun 2026 yang digelar pada 2 September dan diumumkan pada 4 September 2026. Sate Ambal masuk dalam domain Pengetahuan Tradisional.

Proses pengusulan Sate Ambal sebagai WBTb sendiri dilakukan sejak 2025. Yakni melalui dokumentasi, observasi dan penggalian informasi dari pelaku kuliner serta pihak yang mengetahui sejarah kuliner unik satu ini. 

Sate Ambal sendiri dikenal sebagai kuliner khas Kecamatan Ambal Kebumen. Saking terkenalnya, hidangan ini seolah menjadi menu wajib yang harus dicoba setiap pengendara saat melintasi wilayah Kebumen melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Karakteristik Unik

Meski sama-sama disebut sate, Sate Ambal memiliki karakteristik unik yang tidak ditemui pada hidangan sate lainnya. Bumbu yang digunakan pada Sate Ambal bukan bumbu kacang seperti sate pada umumnya, melainkan saus berbahan dasar tempe.

Bagi masyarakat Ambal, Sate Ambal bukan sekadar makanan biasa. Sate ini merupakan salah satu warisan pengetahuan kuliner yang  telah diwariskan selama puluhan tahun dari generasi ke generasi.  Baik itu mengenai bahan, racikan bumbu, teknik pengolahan, hingga cara penyajiannya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, Frans Haidar, mengatakan bumbu berupa saus tempe menjadi hal yang tak bisa tergantikan pada Sate Ambal. Tanpa bumbu tersebut semangkuk sate tak akan bisa disebut Sate Ambal.

“Bumbu itu tidak tergantikan dan telah diwariskan turun-temurun sampai sekarang,” katanya.

Seperti halnya sate pada umumnya, Sate Ambal memanfaatkan daging sebagai bahan utama. Saat ini daging yang digunakan umumnya adalah sate ayam. Baik itu ayam kampung atau pun ayam boiler. 

Di balik kepopulerannya saat ini, sejarah awal kemunculan Sate Ambal sendiri belum diketahui secara pasti. Hal itu tak lepas karena belum ada catatan tunggal yang memastikan kapan kuliner tersebut pertama kali dibuat.

Sejarah Sate Ambal dari Daging Rusa

Salah satu cerita yang berkembang di masyarakat bahkan menyebut di masa lalu bahan daging yang digunakan untuk membuat Sate Ambal berbeda dengan yang dikenal sekarang. Daging yang digunakan adalah daging rusa hasil buruan. 

Terlepas dari hal tersebut, penetapan Sate Ambal sebagai WBTb diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pengakuan formal saja. Namun juga menjadi momentum untuk memanfaatkan dan menindaklanjutinya dalam berbagai hal.

Pemkab Kebumen sendiri mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan pasca-penetapan WBTb ini. Mulai dari pengajuan hak kekayaan intelektual, promosi, digitalisasi dan pemanfaatan Sate Ambal dalam berbagai kegiatan daerah.

Dengan status WBTb ini, Sate Ambal kini tidak hanya dipandang sebagai kuliner khas pesisir selatan Kebumen, tetapi juga sebagai bagian dari pengetahuan tradisional yang masih hidup dan diwariskan masyarakat Ambal hingga sekarang.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar