Mabur.co – Sri Sultan Hamengku Buwono X (Keraton Yogyakarta Hadiningrat, 2 April 1946–sekarang) adalah salah seorang raja yang memimpin Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 1998.
Hamengku Buwono X lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito. Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram.
Hamengku Buwono X adalah seorang lulusan Fakultas Hukum UGM dan dinobatkan sebagai raja pada 7 Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwono Senapati ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Dasa.
Puasa Satu Bulan Penuh
HB X menuturkan, menjelang lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998, melakukan puasa satu bulan penuh.
“Laku prihatin tersebut dilakukan sebagai respons atas situasi krisis dan pandangan bahwa kepemimpinan saat itu sudah tidak lagi sejalan dengan kepentingan rakyat,” ucapnya, dilansir dari akun YouTube Kick Andy pada 2007, Selasa (15/9/2026).
HB X menuturkan pula, Yogyakarta harus menjadi pelopor gerakan reformasi secara damai, tanpa kekerasan.
“Jika pemimpin tidak benar, kewajiban saya untuk mengingatkan. Karena memang kebangetan (keterlaluan), ya tak pasani sesasi tenan (ya saya puasai sebulan penuh),” katanya.
Isyarat Kultural
Menurut HB X, pada akhir puasa, ia mendapat isyarat kultural Soeharto jatuh. Isyarat itu manakala omah tawon sekembaran dirubung laron sak pirang-pirang (sepasang sarang lebah dikerumuni kelekatu dalam jumlah sangat banyak).
“Bukan maksud saya mengabaikan peran mahasiswa. Saya hanya mendukung gerakan itu dengan laku kultural. Memang, sehari setelah banjir massa yang jumlahnya sering disebut lebih dari sejuta manusia di Alun-alun Utara Yogyakarta guna mengikuti Aksi Reformasi Damai. Saat itu banyak orang mengerumuni sepasang beringin berpagar (ringin kurung). Soeharto pun kemudian lengser,” ucapnya. ***
