Timoho, Tentang Nama Jalan dan Pohon untuk Membuat Tombak

3 Min Read
Suasana di kawasan Jalan Timoho atau Jalan Ipda Tut Harsono, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Mabur.co –   Timoho, nama resmi ruas jalan tersebut telah lama berubah menjadi Jalan Ipda Tut Harsono, tetapi bagi sebagian besar masyarakat Yogyakarta, sebutan Jalan Timoho masih menjadi pilihan utama.

Nama lama itu terus digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh warga, pengemudi ojek daring, hingga mahasiswa, sehingga tetap menjadi identitas yang paling mudah dikenali.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa perubahan nama secara administratif tidak serta-merta mengubah kebiasaan masyarakat.

Hingga kini, ketika seseorang menyebut Jalan Ipda Tut Harsono, tidak sedikit warga yang baru memahami lokasi yang dimaksud setelah mendengar nama “Timoho”. Nama Timoho telanjur melekat dalam memori kolektif.

Nama Jalan

Jalan Timoho adalah salah satu nama jalan yang ada di Kota Yogyakarta. Jalan Timoho memiliki cerita di balik namanya yang digunakan saat ini. Pemberian nama Jalan Timoho diambil dari salah satu pohon dengan nama yang sama yaitu pohon timoho.

Dilansir dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, Rabu (14/10/2026), di sekitar Jalan Timoho pada masa lalu dipenuhi oleh pohon timoho atau timo yang tumbuh di pekarangan dan kanan-kiri jalan.

Pada masa lalu, wilayah sekitar Jalan Timoho dipenuhi oleh pohon timo atau timoho yang tumbuh subur di pekarangan dan di kanan-kiri jalan, terutama di bagian utara dan selatan.

Jalan Timoho berada di utara Balai Kota Yogyakarta, menghubungkan Balai Kota ke kantor DPRD Kota Yogyakarta, dan ke arah utara tembus kampus UIN Yogya Jalan Laksda Adisucipto. Kondisi lalu lintasnya ramai. Di kanan kiri jalan berdiri bangunan seperti tempat makan, kafe, dan kantor.

Terlihat pohon timoho di pinggir jalan. Pohon timoho tampak tumbuh tinggi dengan diameter yang cukup besar.

Terlihat juga bunga-bunga dari pohon ini. Mengulik tentang pohon timoho, pohon ini dikenal juga dengan pohon tamu dan memiliki nama ilmiah Kleinhovia hospita.

Timoho adalah salah satu tumbuhan tropis asli Indonesia.

Untuk Membuat Tombak dan Warangka Keris

Menurut Indra, salah satu kolektor keris, pohon timoho memiliki kayu dengan keistimewaan tersendiri. Kayunya sering digunakan untuk membuat tombak dan sarung/warangka keris.

Kayu timoho memiliki tekstur berupa garis putih melingkar pada dasar kayu yang berwarna cokelat kehitaman.

Garis putih tersebut dinamai ‘pelet’ dan memiliki makna mendalam dalam budaya Jawa. Maknanya berkaitan dengan daya magis untuk menggoda seseorang.

Bentuk garis-garis tersebut disebut pelet dan memiliki makna yang mendalam dalam budaya Jawa. Warangka keris dengan pelet kendit, misalnya, dianggap memiliki tuah atau daya magis yang dapat mengikat orang.

Penggemar keris dan budaya Jawa juga sering mengaitkan kayu timoho dengan ‘mustikaning kayu’ yang berarti memiliki pelet rayu.

Penamaan Jalan Timoho bukan hanya mencerminkan keberadaan pohon timoho yang pernah melimpah di area tersebut.

Tetapi juga menghormati kekayaan budaya dan nilai-nilai yang terkait dengan kayu timoho. Jalan Timoho menjadi pengingat akan kekayaan alam dan warisan budaya yang memperkaya identitas dan sejarah Kota Yogyakarta.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar