Nasionalisme ala Gen Z  Berperan Penting Wujudkan  Indonesia Emas 2045 

8 Min Read
Ilustrasi. Peserta Gen Z sedang mengikuti upacara Kebangkitan Nasional di Lapangan Pemda Sleman. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Pada 28 Oktober 1928, sekelompok pemuda dari berbagai latar belakang, suku, agama, golongan, berkumpul untuk mendeklarasikan ikrar monumental Sumpah Pemuda.

Ikrar ini bukan sekadar janji, melainkan cetak biru persatuan yang mendahului kemerdekaan. Mereka secara kolektif menyatakan bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan Indonesia. 

Pernyataan Politik Kebangsaan Kaum Muda

Singkatnya, Sumpah Pemuda dapat dilihat sebagai pernyataan politik kebangsaan kaum muda sekaligus momentum yang menyatukan keragaman dalam satu visi.

Sejak saat itu, setiap 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.  Kini, di usianya yang menjelang satu abad, nilai-nilai inti dalam Sumpah Pemuda (persatuan, kebangsaan, dan kebhinekaan) kembali dipertanyakan relevansinya di tengah gempuran digitalisasi dan konteks kehidupan Generasi Z di Indonesia. 

Dalam satu dekade terakhir, Generasi Z (Gen Z), yakni mereka yang lahir pada 1997–2012, telah menjadi salah satu fokus penting dalam studi kependudukan.

Generasi ini tumbuh di era digital, dengan teknologi informasi komunikasi (TIK) yang telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Karena itu, Gen Z sering dianggap sebagai “digital natives” yang akrab dengan internet, gawai, media sosial, serta arus informasi yang deras, cepat, dan tanpa batas.  

Bersamaan dengan itu, pesatnya perkembangan teknologi digital memicu perubahan besar yang menggeser “era lama” ke “era baru”.

Perubahan ini memengaruhi hampir semua aspek kehidupan seperti komunikasi, pekerjaan, hubungan sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang dikenal sebagai era disrupsi. 

Tantangan Menurunnya Nasionalisme Gen Z

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kota Yogya, Hasyim, S. IP. M.Acc, menjelaskan, generasi Z memegang peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat.

“Derasnya arus globalisasi dan dominasi teknologi digital memunculkan tantangan berupa menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi ini,” ucapnya, Senin (26/10/2026).

Man in a patterned batik shirt outdoors, near green and white building with plants in the foreground.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogya, Hasyim, S. IP. M.Acc. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Hasyim  menuturkan,  generasi z  rawan terkena efek negatif teknologi seperti hoaks, karena tumbuh di zaman transisi teknologi.

Namun, di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi yang sangat pesat, penting bagi semua generasi Z untuk membangun rasa nasionalisme agar tidak melupakan jati diri dan kebudayaan Indonesia.

“Pentingnya membangun rasa nasionalisme pada generasi Z adalah untuk memperkuat rasa kebanggaan dan identitas sebagai warga negara Indonesia. Dalam konteks Indonesia, sebagai negara yang memiliki keragaman kebudayaan dan etnis yang sangat luas, membangun rasa nasionalisme pada generasi Z dapat menjadi fondasi yang kuat dalam mempertahankan keutuhan negara dan mendorong keberagaman sebagai kekuatan,” katanya.

Hasyim menuturkan pula, membangun rasa nasionalisme pada generasi Z juga dapat membantu para generasi Z memahami sejarah dan nilai-nilai yang ada di Indonesia.

Sebagai generasi yang hidup di era teknologi, banyak dari generasi Z cenderung lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat internasional dan global.

“Dengan membangun rasa nasionalisme, generasi Z dapat memahami sejarah dan nilai-nilai bangsa Indonesia yang kaya dan beragam,” ucapnya.

Hasyim mengatakan, sebagai generasi yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan, memahami dan membangun rasa nasionalisme dapat menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan-tujuan nasional yang lebih besar.

Perlu Memiliki Karakter Kuat

“Generasi Z perlu memiliki karakter-karakter yang mendukung untuk membangun rasa nasionalime. Generasi Z perlu kritis terhadap informasi yang diterima, terutama informasi yang berhubungan dengan Indonesia,” ucapnya.

Menurut Hasyim, dalam menghadapi informasi yang belum jelas kebenarannya, generasi Z perlu bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya. Generasi Z perlu inovatif dalam berbagai hal, termasuk dalam membangun rasa nasionalisme.

“Dengan kemampuan teknologi yang dimiliki, generasi Z dapat mengembangkan inovasi, kreativitas, dan imajinasinya untuk membangun rasa nasionalisme dengan cara yang baru dan fresh,” ucapnya.

Bagi Hasyim, Generasi Z perlu kreatif dalam membangun rasa nasionalisme. Generasi Z dapat memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang Indonesia dan budayanya.

“Melalui kreativitas dalam mengolah informasi, generasi Z dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membangun negerinya. Generasi Z perlu bekerja sama satu sama lain untuk membangun rasa nasionalisme,” ucapnya.

Hasyim menjelaskan, dalam menghadapi tantangan yang ada, generasi Z perlu mengedepankan sikap saling mendukung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

Melalui karakter ini, generasi Z dapat membangun rasa nasionalisme yang kuat dan berkesinambungan. Membangun rasa nasionalisme pada generasi Z dapat dilakukan dengan beberapa cara.

“Pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun rasa nasionalisme. Pendidikan yang mencakup nilai-nilai kebangsaan dan sejarah Indonesia dapat membantu generasi Z memahami jati diri dan kebudayaan bangsa. Selain itu, pelajaran bahasa Indonesia dan sastra juga dapat membantu memperkuat rasa nasionalisme pada generasi Z. Pendidik dapat memainkan peran penting dalam membentuk rasa nasionalisme pada generasi Z melalui pendidikan formal dan non-formal,” ucapnya.

Melalui kegiatan-kegiatan yang mendukung rasa nasionalisme seperti kegiatan kebudayaan dan olahraga tradisional, generasi Z dapat mempelajari dan memahami kebudayaan Indonesia melalui kegiatan-kegiatan tersebut.

Olahraga Tradisional Bantu Perkuat Nasionalisme

Selain itu, kegiatan olahraga tradisional seperti sepak takraw dan pencak silat dapat membantu memperkuat rasa nasionalisme karena olahraga tersebut merupakan kegiatan dari kebudayaan Indonesia.

“Masyarakat dapat memfasilitasi dan memberikan pengalaman yang dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman generasi Z tentang Indonesia,” katanya.

Hasyim kembali menuturkan, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun rasa nasionalisme pada generasi Z.

Konten-konten yang bernuansa kebangsaan dapat diunggah dan dibagikan pada platform media sosial. Selain itu, kampanye-kampanye yang berkaitan dengan kebangsaan juga dapat disebarkan melalui media sosial agar generasi Z semakin memahami pentingnya rasa nasionalisme.

“Peran keluarga juga sangat penting dalam membangun rasa nasionalisme pada generasi Z. Keluarga dapat memberikan pendidikan tentang kebudayaan dan sejarah bangsa sejak dini. Selain itu, keluarga juga dapat mengajak generasi Z untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan dan kegiatan olahraga tradisional. Keluarga dapat menjadi agen pembentuk karakter pertama bagi anak-anak mereka,” ucapnya.

Bagi Hasyim pula,  di era yang semakin maju, membangun rasa nasionalisme pada generasi Z merupakan suatu hal yang penting dalam memperkuat identitas mereka sebagai warga negara Indonesia.

Hal ini bertujuan agar generasi Z tidak melupakan jati diri dan kebudayaan Indonesia dan dapat membantu mereka memahami sejarah, nilai-nilai, serta peran mereka memajukan Indonesia ke depan.

“Melalui pendidikan, kegiatan-kegiatan kebudayaan, olahraga tradisional, media sosial, dan juga peran keluarga, sangat penting dalam mengembangkan rasa nasionalisme pada generasi Z dan juga diharapkan generasi Z dapat memiliki rasa nasionalisme yang kuat juga cinta tanah air yang tinggi,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar