Mabur.co – Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading yang digunakan sebagai pintu masuk menuju Jeron Beteng Keraton Yogyakarta memiliki sebuah menara sirine atau gauk di atasnya.
Sirine atau Gauk Plengkung Gading ini berada di Jalan Patehan Kidul, Kalurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.
Zaman Penjajahan sebagai Media Informasi
Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (25/10/2026), pada zaman penjajahan, bunyi gauk sering difungsikan sebagai media informasi untuk peringatan hari besar dan tanda akan datangnya musuh atau peperangan.
Saat ini tinggal beberapa sirine yang masih terpasang di beberapa tempat di Yogyakarta seperti bekas Hotel Tugu, bangunan sebelah selatan Pasar Beringharjo, di menara Bioskop Permata dan di Plengkung Gading.
Bentuk gauk atau sirine tua mirip seperti tiga terompet dengan arah melingkar, panjang sekitar 30-50 cm, diameter 15 cm, terbuat dari logam yang digerakkan oleh listrik sehingga gema suara merata ke seluruh penjuru.
Seiring berkembangnya zaman, dengan pembangunan gedung-gedung bertingkat dan keramaian kendaraan yang menyebabkan polusi suara cukup tinggi saat ini memperpendek jangkauan suara.
Menara gauk di Plengkung Gading didirikan 1930 sebagai peringatan tanda bahaya udara. Pengoperasian sirine di bawah pengawasan LBD (Lucht Beschering Dienst).
Peringatan Serangan 1 Maret 1949 menjadi identik dimulainya pelaksanaan serangan oleh TNI dan laskar dalam kota “hantu maut”.
Era 1970-an digunakan untuk peringatan hari penting negara, acara penting di Keraton Yogyakarta seperti Wiyosan Dalem.
Setelah 1970-an Tidak Dipergunakan
Setelah di era 1970-an gauk tidak dipergunakan, menurut keterangan dari petugas operator gauk, alat tersebut terbakar dikarenakan pada baling-baling pembunyi suara banyak sekali sarang burung.
Ketika diputar terjadi perlambatan dan pergesekan keras antara baling-baling dan sarang burung. Seiring berjalannya waktu, fungsi gauk sebagai alat komunikasi pemberi peringatan akan terjadinya perang mulai kehilangan peran. Di era sekarang pun sudah tidak ada lagi peperangan atau sudah di zaman kemerdekaan.
Sementara itu, sirine Plengkung Gading atau gauk di Patehan, Keraton Yogya, tiba-tiba nyaring berbunyi dengan sendirinya, pada Sabtu (24/10/2026) malam.
Bunyi sirine tua itu sebagai tanda bahaya. Berlangsung selama beberapa menit.
“21:26 sirine di Plengkung Gading tiba-tiba bunyi sendiri. Entah error atau ada sesuatu,” tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @merapi_uncover, dilansir mabur.co, Minggu (25/10/2026).
Polisi Membenarkan
Dalam video yang diunggah akun tersebut bunyi sirine meraung-raung selama beberapa menit. Kejadian itu turut dibenarkan Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan.
Dari keterangan saksi, menurutnya, Gauk Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya terjadi sekitar pukul 21.08 WIB, tiba- tiba berbunyi selama kurang lebih 5 menit. Ada pun penyebab berbunyinya sirine tersebut secara tiba-tiba, diduga ada korsleting listrik.
“Dimungkinkan penyebab gaung (gauk) berbunyi karena ada korsleting sistem kelistrikan gaung tersebut,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).
Dani menuturkan, peristiwa tersebut dilaporkan oleh seorang warga berinisial AF yang tinggal di wilayah Patehan, Kemantren Kraton.
“Sekitar pukul 21.08 WIB, AF mendengar suara keras dari Plengkung Nirbaya. Gauk tiba-tiba berbunyi selama kurang lebih lima menit,” ujarnya.
Dani menjelaskan, warga setempat kemudian melakukan pengecekan karena khawatir suara tersebut menandakan adanya situasi darurat.
“Namun, karena tidak ada kejadian darurat, selanjutnya saksi berkoordinasi dengan pengurus kampung. Kemudian, saksi mematikan sakelar MCB yang berada di bawah tiang gauk,” jelasnya. ***
