Konferensi Musik Indonesia 2026, Upaya Tumbuhkan Ekosistem Mandiri dan Berdaulat

5 Min Read
Six people stand behind wooden drums on a stage, performing a traditional drum ensemble under colorful stage lighting with a branded banner at the front.
Suasana pembukaan acara konferensi musik. Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan/Vidhy Fellizano Sfinoza

Mabur.co – Kementerian Kebudayaan resmi menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026. Agenda ini menjadi tonggak penting dalam perumusan tata kelola musik dari hulu hingga hilir, selaras dengan arahan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, saat membuka KMI 2026 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Rabu (28/10/2026) pagi, Menteri Kebudayaan mengungkapkan bahwa tema KMI 2026 ‘Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat’.

Memperkuat Ekosistem Musik Nusantara

Hal ini menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk melangkah lebih jauh dalam memperkuat ekosistem musik Nusantara.

Menurut Menbud, upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun bergerak bersama dengan menyelaraskan sinergi, tujuan, dan tanggung jawab bersama.

“Melalui KMI 2026, kita berangkat dari gagasan menuju implementasi, dari kumpulan rekomendasi menjadi program dan kebijakan, sehingga tidak berhenti pada rekomendasi semata. Kolaborasi nasional juga harus semakin terintegrasi sehingga musik Indonesia menjadi ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir, mulai dari pendidikan dan pengembangan talenta, penciptaan karya, produksi, dan distribusi, hingga perlindungan hak,” ungkap Menbud.

Menbud Fadli juga menerangkan bahwa ekosistem musik Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data, musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negara sendiri, di mana masyarakat lebih tertarik mendengarkan musik ciptaan musisi lokal dibandingkan luar negeri.

Hal tersebut menunjukkan bahwa apresiasi masyarakat terhadap karya musisi Indonesia semakin menguat, serta memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan pasar musik yang besar sekaligus basis penikmat seni yang potensial.

“Perkembangan musik yang luar biasa juga terlihat di Indonesia. Data Spotify sepanjang 2025 menunjukkan bahwa karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru.

Royalti yang dihasilkan karya musisi Indonesia melalui Spotify pun meningkat lebih dari 16% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sekitar 60% berasal dari pendengar luar negeri, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, dan Inggris. Ini memperlihatkan bahwa musik Indonesia memiliki daya tarik dan peluang besar untuk menjangkau pasar internasional,” imbuh Menteri Kebudayaan.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Kebudayaan terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem musik Nusantara dengan menyusun sejumlah program strategis.

Menbud Fadli memberikan contoh program strategis yang dimaksud, antara lain Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) yang bertujuan untuk kembali menghidupkan musik tradisi di berbagai kota.

Perluasan Partisipasi dalam Ekosistem Musik

Menteri Fadli menuturkan, FMTI dapat menjadi sorotan (highlight) keberlanjutan musik tradisi, keberagaman, serta perluasan partisipasi dalam ekosistem musik.

Konferensi Musik Indonesia 2026 juga merupakan salah satu upaya Kementerian Kebudayaan untuk memajukan ekosistem musik Indonesia. Indonesia dengan kekayaan budayanya (megadiversity) mempunyai berbagai macam kearifan lokal, termasuk seni dan musik yang diwariskan secara turun temurun.

Kekayaan musik Nusantara bahkan tidak berhenti dari musik tradisional semata, melainkan musik kontemporer dan musik lintas genre yang begitu banyak.

“Kita kerap melihat perpaduan antara musik tradisi dengan musik kontemporer yang merupakan sesuatu yang selalu baru dan menarik. Ke depannya, kreativitas itu semakin tidak terbatas dengan begitu banyaknya talenta-talenta yang ada di Indonesia, serta adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola ekosistem musik. Seluruh potensi dan tantangan tersebut tentu akan dibahas di dalam platform Konferensi Musik Indonesia 2026,” ungkap Menbud Fadli.

Selaras dengan pernyataan Menbud Fadli, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo turut menyampaikan selayang pandang Konferensi Musik Indonesia 2025 dan memaparkan arah serta tujuan Konferensi Musik Indonesia 2026.

Wamenbud Giring menegaskan amanat dari Presiden Prabowo Subianto untuk terus hadir sebagai fasilitator dalam memajukan ekosistem musik nasional, mulai dari pembenahan infrastruktur, penyempurnaan regulasi, hingga penyediaan ruang dialog yang inklusif melalui Konferensi Musik Indonesia 2026.

“Kami meyakini bahwa musik Indonesia punya potensi yang luar biasa besar untuk mewarnai dunia, karena kita punya kekayaan kebudayaan, keberagaman karya, serta kreativitas para musisi tanah air. Dan terdapat satu pola yang membuktikan bahwa semakin kita menunjukkan ciri khas Indonesia kita, justru dunia semakin memberikan apresiasi kepada musik kita,” ujar Wamenbud Giring. ***

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar