Ini Misteri di Balik Tato Bergambar Bunga Terong Khas Suku Dayak

2 Min Read
Tato motif bunga terong tidak hanya sekadar hiasan estetis. Tato ini sering digambarkan dengan kelopak yang simetris dan garis-garis tegas, melambangkan keberanian, kekuatan, dan perlindungan. (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co – Kekayaan budaya Suku Dayak, Kalimantan yang tetap lestari selalu menarik. Salah satu yang menjadi daya tarik dari Suku Dayak ialah tato bergambar bunga terong.

Bentuk dari ukiran tersebut tentu memiliki arti penting dan makna khusus yang jarang diketahui orang.

Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2026), bunga terong atau yang dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Solanum torvum, adalah tanaman yang biasa ditemukan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Lambang Keberanian

Dalam tradisi Suku Dayak, motif bunga terong tidak hanya sekadar hiasan estetis. Tato ini sering digambarkan dengan kelopak yang simetris dan garis-garis tegas, melambangkan keberanian, kekuatan, dan perlindungan.

Bagi masyarakat Dayak, tato adalah bagian dari ritus perjalanan hidup, mulai dari tanda kedewasaan, prestasi dalam peperangan, hingga perlindungan spiritual roh jahat.

Teknik Tradisional

Secara historis, seni tato Dayak atau pantak dilakukan dengan teknik tradisional menggunakan duri atau jarum dari alam, di mana tinta dibuat dari campuran jelaga dan bahan alami lainnya.

Motif bunga terong menjadi salah satu desain klasik yang diwariskan turun-temurun, mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam.

Bagi para lelaki Dayak, tato ini bisa menjadi penanda status sosial, sementara bagi perempuan, ia kerap melambangkan keindahan dan ketahanan.

Bentuknya yang sederhana namun tegas sering dikaitkan dengan keseimbangan dan ketahanan, seperti tercermin dari tanaman terong itu sendiri, yang mampu tumbuh di berbagai kondisi.

Dalam budaya lain, bunga kecil ini juga diasosiasikan dengan kerendahan hati, karena ia tidak mencolok namun tetap memiliki peran penting dalam ekosistem.

Kesederhanaan yang Elegan

Bagi pecinta tato modern, motif bunga terong sering dipilih karena kesederhanaannya yang elegan. Meski memiliki akar budaya yang kuat, penggunaan tato bunga terong tidak luput dari polemik.

Ketika tato menjadi tren global, motif-motif tradisional seperti bunga terong kerap diadopsi tanpa pemahaman mendalam tentang maknanya.

Hal ini memunculkan seruan untuk lebih menghormati konteks budaya asli, sekaligus mengedukasi publik tentang nilai historis di balik setiap goresan tinta. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co