Salam Tiga Jari Kerap Muncul di Aksi Demonstrasi, Berikut Ini Arti Sebenarnya

3 Min Read
Salam tiga jari kembali terlihat dalam berbagai aksi dan unggahan di media sosial. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Salam tiga jari  kembali terlihat dalam berbagai aksi dan unggahan di media sosial belakangan ini.

Gestur yang tampak sederhana itu memiliki sejarah panjang, dari simbol dalam cerita fiksi hingga menjadi bagian dari gerakan sosial dan politik di berbagai negara.

Salam tiga jari berkembang dengan makna berbeda sesuai konteks penggunaannya. Di sejumlah negara, gestur ini menjadi cara untuk menunjukkan solidaritas, menyuarakan penolakan, hingga menyampaikan pesan tentang kebebasan.

Dikutip dari novel The Hunger Games karya Suzanne Collins, Rabu (28/10/2026), salam tiga jari menjadi tanda penghormatan dan solidaritas warga Distrik 12. Ceritanya berlatar di Panem, sebuah negara fiksi yang dikuasai Capitol dan menerapkan kendali ketat terhadap distrik-distrik di wilayahnya.

Cara Warga Menunjukkan Kebersamaan

Di tengah kehidupan yang penuh ketidakadilan, gestur itu memiliki arti lebih besar. Salam tiga jari menjadi cara warga menunjukkan kebersamaan sekaligus menyampaikan perlawanan terhadap penguasa yang mengekang kebebasan mereka.

Sementara itu, simbol tiga jari juga menjadi salah satu penanda aksi demontrasi mahasiswa dan pemuda di berbagai daerah pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pesan Perlawanan

Gestur yang beredar melalui media sosial tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap ketidakadilan, solidaritas, serta tuntutan akan kebebasan. Simbol tersebut dibagikan oleh sejumlah kelompok mahasiswa melalui akun media sosial mereka.

Di antaranya, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Seruan Keadilan Rakyat (Sadar) melalui akun Instagram @bemundip serta akun @bemui_official yang mengunggah simbol serupa.

Simbol tiga jari tidak memiliki satu makna yang berlaku untuk semua situasi. Namun, dalam gerakan sosial dan demonstrasi, gestur ini kerap digunakan untuk menunjukkan penolakan terhadap kekuasaan yang dianggap tidak adil serta menyuarakan semangat pembebasan.

Penggunaan simbol tersebut bukan hal baru dalam aksi protes di Indonesia maupun negara lain. Gestur tiga jari juga pernah muncul dalam demonstrasi kelompok prodemokrasi di Hongkong pada 2019 dan Thailand pada 2020, ketika para demonstran menyuarakan tuntutan perubahan politik yang lebih adil.

Pada demonstrasi mahasiswa dan pemuda yang berlangsung pada 28 Oktober 2026, simbol tiga jari kembali mendapat perhatian melalui unggahan media sosial sejumlah kelompok mahasiswa.

Penggunaannya menjadi bagian dari pesan visual yang menyertai aksi bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar