Mabur.co – Guru Besar Hukum Tata Negara, Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar, atau akrab disapa Prof Uceng, mengeluarkan seruan dan mengajak masyarakat untuk kembali menyusun gerakan bersama setelah aksi demonstrasi pada 28 Oktober 2026.
Keresahan Publik
Ia menilai keresahan publik yang selama ini disuarakan lewat berbagai aksi unjuk rasa mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya di berbagai daerah belum mendapat jawaban dari pemerintah.
Seruan tersebut disampaikan Prof. Uceng melalui unggahan akun media sosialnya, @zainalarifinmochtar.
Ia mengawali pernyataannya dengan berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan perhatian, baik melalui komentar, tanda, pujian, maupun kritik terhadap dirinya setelah aksi tersebut.
“Teman-teman, terima kasih untuk ribuan komentar, tag dan pujian serta juga ada yang memaki. Perhatian kalian keren banget. Tapi mari merenung, kayaknya bukan itu yang paling penting. Keresahan kita masih tak terjawab,” tulis Prof. Uceng.
Aspirasi Tak Diperhatikan
Ia kemudian menyoroti respons pemerintah setelah demonstrasi pada 28 Oktober. Menurut dia, aktivitas pemerintahan tetap berjalan seperti biasa tanpa menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Negara masih jalan seperti biasa tanpa sungguh memperhatikan apa yang kita lakukan pada 28 Oktober kemarin. Mereka malah buat ‘demo-demoan’ tanggal 29-nya,” lanjutnya.
Prof. Uceng mempertanyakan langkah yang dapat dilakukan masyarakat setelah aksi tersebut. Ia menilai gerakan berikutnya perlu disiapkan dengan skala lebih besar, barisan yang lebih solid, serta agenda yang lebih terorganisasi.
“Apa yang bisa kita lakukan? Tiada lain kecuali kembali dengan gelombang yang harusnya lebih besar. Barisan yang lebih bersama dan kokoh. Agenda yang lebih rapi dan tentu saja keinginan yang lebih kuat,” tulisnya.
Ia menutup unggahan itu dengan ajakan untuk menyusun langkah bersama.
“Bismillah, mari menyusunnya bersama,” pungkasnya.
