RANS Carnival di Sleman Kena Cancel Culture, Belasan UMKM Lokal Pilih Mundur

5 Min Read
Row of blue festival stalls with white tents and red striped tops lined along a street for an outdoor fair or carnival.
Puluhan tenant di lokasi acara Rans Carnival di area Stadion Maguwoharjo Sleman nampak sepi aktifitas (foto : Merapi Uncover)

Mabur.co – RANS Carnival milik Raffi Ahmad di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, menghadapi gelombang pembatalan keikutsertaan. Tak hanya ditinggalkan sejumlah musisi, belasan tenant kuliner dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal juga memilih mundur dari festival tersebut.

Gelombang pengunduran diri itu terjadi di tengah seruan boikot atau cancel culture yang ramai disuarakan warganet melalui media sosial. Penolakan terhadap acara tersebut mencuat setelah Raffi Ahmad, yang menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta.

Sebelumnya, tiga penampil yang dijadwalkan mengisi acara, yakni OM Wawes, Guyon Waton, dan Masdddho, telah menyatakan mundur. Terbaru grub band Tipe-X juga baru saja mengumumkan ikut mundur. Mereka menyampaikan keputusan melalui akun media sosial masing-masing dengan pertimbangan situasi masyarakat, keamanan, kenyamanan, serta penghormatan terhadap suara publik.

Mundurnya para penampil utama itupun akhirnya ikut memengaruhi pelaksaan acara bazar UMKM di festival tersebut. Sejumlah warganet nampak membagikan kondisi lokasi acara Rans Carnival di area Stadion Maguwoharjo Sleman yang sepi dari aktivitas pedagang. Pada pelaku UMKM diketahui ikut mundur dan melakukan Cancel Culture atau boikot  terhadap acara tersebut. 

Melihat perkembangan situasi yang ada, para pedagang khawatir jumlah pengunjung tidak sesuai harapan sehingga berisiko membuat mereka merugi. Sebagian juga menyatakan keputusan mundur sebagai bentuk sikap terhadap situasi yang berkembang.

Dari pantauan unggahan di Threads, sejumlah tenant bahkan telah membongkar stan dan mengangkut kembali barang dagangan atau melakukan loading out. Beberapa di antaranya adalah Kalapaa.id, Cuann.king, Jeruk Lokal, Donutsbun.co, Jimny Coffee, dan Mochi Oleebe.

Kalapaa.id, salah satu tenant yang membatalkan keikutsertaan, mengaku telah menyelesaikan persiapan hingga larut malam sebelum akhirnya memutuskan tidak jadi berjualan di acara tersebut.

“Haloo warga Jogjaa. Kebetulan kami salah satu tenant Jajarans yang sudah CANCEL dan barusan banget angkut barang pulang, walaupun semalem sampe jam 1 baru selesai loading,” tulis Kalapaa.id dalam unggahannya.

Tenant tersebut mengaku telah menyiapkan stok dagangan dalam jumlah cukup banyak. Mereka kemudian meminta dukungan warga untuk membantu menjual produk yang telanjur dipersiapkan.

“Ngga bermaksud ngemis, tapi dengan stok yg udah lumayan banyak, boleh dong kakakkakak dibantu ngelarisin dagangan kita, paling ngga balik modal deh,” lanjut unggahan tersebut.

Kalapaa.id juga menyebut hasil penjualan semula diharapkan bisa menjadi tambahan biaya persiapan kelahiran istri pemilik usaha. Namun, situasi yang berkembang membuat rencana berjualan di festival itu harus dibatalkan.

Kondisi serupa juga dilakukan pelaku UMKM lainnya Jeruk Lokal. Melalui akun Threads, mereka mengumumkan pembatalan keikutsertaan sekaligus menginformasikan lokasi berjualan alternatif di Indomaret Pasekan, Maguwoharjo.

“Loading out RANS Carnival. CANCEL join acara. Sudah beli bahan baku banyak tapi bismillah, inshaa Allah ada rejeki di event atau tempat lain,” tulis Jeruk Lokal.

Mereka juga mengajak pelanggan datang langsung ke tempat berjualan yang tetap beroperasi pukul 10.00 hingga 18.00.

Sementara itu, tnant UMKM lainnya, Cuann.king mengungkapkan keputusan mundur bukan hal mudah. Sebagai UMKM pendatang baru di Yogyakarta, mereka telah menyiapkan stok dalam jumlah besar karena sebelumnya berencana mengikuti dua acara sekaligus.

“Awalnya ini cukup berat, sebagai UMKM pendatang baru di Jogja. Kami sudah mempersiapkan stok yang banyak karena sekaligus mengikuti dua event yang di waktu yang bersamaan,” tulis Cuann.king.

Mereka mengaku sempat mencoba melakukan loading in pada malam hari, tetapi akhirnya memutuskan mengangkut kembali barang dagangan pada pagi harinya.

“Dari siang sudah gelisah, Malam tetap coba loading in, SUBUH KAMI LANGSUNG LOADING OUT. Kami percaya, rezeki akan selalu datang dari mana saja untuk yang lebih baik,” lanjut unggahan tersebut.

Pengunduran diri para tenant kemudian memunculkan gelombang solidaritas di media sosial. Warganet membagikan akun dan lokasi usaha para pedagang yang batal mengikuti RANS Carnival, sekaligus mengajak masyarakat membeli produk mereka secara langsung maupun melalui pemesanan daring.

Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat agar para pelaku UMKM tetap bisa menjual stok bahan dan produk yang sudah telanjur disiapkan. Sebab, pembatalan keikutsertaan tidak serta-merta menghapus biaya persiapan yang telah mereka keluarkan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Tidak ada komentar