Mabur.co – Mantan Kapolri era Jokowi, Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo membuat gempar tanah air usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto maupun sejumlah pejabat tinggi negara.
Penetapan Listyo Sigit sebagai tersangka itu diumumkan langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (3/11/2026) malam. Keterlibatan Listyo Sigit dalam kasus inipun menghebohkan publik nasional.
Listyo sendiri diketahui merupakan Kapolri termuda kedua dalam sejarah Indonesia. Bagi masyarakat Yogyakarta Listyo Sigit Prabowo sendiri bukan sosok yang asing. Pasalnya sebelum menempati jabatan tertinggi di institusi Polri, Listyo Sigit merupakan siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta.
Unuknya di sekolah yang dikenal dengan sebutan Delayota ini, Listyo dikenal sebagai sosok pendiam, rajin, dan disiplin. Bahkan, ia tercatat hampir tidak pernah absen selama tiga tahun masa sekolahnya.
Menurut laman resmi SMA Negeri 8 Yogyakarta, Listyo menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut pada 1988. Catatan kehadirannya menunjukkan ia hanya tidak masuk karena sakit selama lima hari dan izin dua hari. Ia tidak pernah tercatat alpa atau membolos tanpa keterangan.
Kedisiplinan itu terlihat sejak masih menjadi pelajar. Ketika sejumlah teman sekelasnya membolos, Listyo memilih tetap berada di kelas dan tidak ikut-ikutan meninggalkan pelajaran. Namun, kehidupan Listyo di sekolah tidak hanya diisi kegiatan akademik.
Ia juga aktif dalam sejumlah kegiatan nonakademik. Listyo menyukai musik, khususnya bermain gitar. Di bidang olahraga, ia mengikuti basket, voli, hingga yudo. Olahraga yudo bahkan mengantarkannya meraih prestasi di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Yogyakarta, Listyo kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), yang kini menjadi Akademi Kepolisian. Ia lulus pada 1991.
Pendidikan kepolisiannya berlanjut melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1998, Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) pada 2006, serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2017. Ia juga meraih gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia pada 2005.
Karier Listyo dimulai dari sejumlah penugasan di daerah, terutama Jawa Tengah. Ia pernah menjabat Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, dan Kapolresta Solo tepat saat Jokowi atau Jowo Widono menjabat sebagai walikota.
Pada 2012, Listyo mendapat penugasan di Jakarta sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara. Kariernya terus menanjak. Listyo pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo, Kapolda Banten, Kadiv Propam Polri, hingga Kabareskrim Polri.
Puncaknya, pada 27 Januari 2021, Listyo dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. Ia menjabat hingga 1 Oktober 2026. Meski meniti karier hingga menjadi orang nomor satu di kepolisian, Listyo disebut tetap menjaga hubungan dengan almamaternya.
Laman resmi SMA Negeri 8 Yogyakarta menyebut Listyo sebagai alumni yang bangga dan peduli terhadap sekolah. Dukungan itu diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari komunikasi, dukungan terhadap kegiatan sekolah, hingga bantuan materi.
Listyo juga aktif dalam kegiatan alumni yang tergabung dalam Ikapakci Delayota atau Ikatan Alumni Pakci SMA Negeri 8 Yogyakarta. Di tengah kesibukannya, ia beberapa kali menyempatkan hadir dalam reuni alumni.
Dalam salah satu kesempatan, Listyo bahkan sempat didaulat untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar bisa mengikuti jejaknya sebagai siswa berprestasi. Namun dengan terungkapnya kasus besar yang melibatkannya saat ini, akankah kebanggaan keluarga besar SMA N 8 Yogyakarta terhadap Listyo Sigit masih sama seperti dulu lagi ?
