Grand National Museum akan Dibangun di Kawasan Monas

5 Min Read
Kawasan Monas Jakarta (Sumber: Iwarebatik.org)

Mabur.co – Indonesia berencana membangun museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, sekaligus kebanggaan nasional. Hal tersebut diungkapkan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka Kamis (05/11/2026) kemarin. 

Dalam rapat itu Presiden Prabowo disebut menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Rencana tersebut mengikuti jejak sejumlah negara besar yang memiliki museum nasional sebagai tempat menyimpan koleksi bersejarah, merawat warisan peradaban, sekaligus memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pembangunan museum tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo setelah pemerintah menyelesaikan revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah di Jakarta.

“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” kata Teddy di Jakarta, dilansir laman resmi Sekretariat Negara.

Menurut Teddy, arahan pembangunan Museum Agung Nasional disampaikan Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Selain pembangunan Museum Agung Nasional, rapat membahas revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir serta pengembangan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.

Pembangunan museum ini menjadi kelanjutan dari upaya pemerintah memperbaiki fasilitas kebudayaan nasional. Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur dan Museum Nasional Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Teddy menjelaskan, museum dan revitalisasi kawasan Monas diharapkan menjadikan kawasan pusat ibu kota lebih nyaman dan indah. Kawasan tersebut juga diharapkan semakin kuat sebagai ruang sejarah dan edukasi bagi masyarakat.

“Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, dan pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional,” ujar Teddy.

Keinginan Indonesia membangun Museum Agung Nasional sejalan dengan praktik sejumlah negara yang menjadikan museum berskala besar sebagai pusat pelestarian sejarah dan identitas bangsa.

Rusia, misalnya, memiliki State Historical Museum di Lapangan Merah, Moskow. Museum yang didirikan pada 1872 tersebut menjadi salah satu museum sejarah terbesar di Rusia. Koleksinya mencakup sekitar lima juta benda dan lebih dari 14 juta dokumen sejarah.

Museum ini menyimpan berbagai peninggalan yang menggambarkan perjalanan panjang Rusia, mulai dari masa prasejarah hingga perkembangan negara modern.

China juga memiliki National Museum of China di Beijing. Berlokasi di kawasan Lapangan Tiananmen, museum ini menjadi salah satu lembaga kebudayaan utama negara tersebut.

National Museum of China memiliki koleksi lebih dari 1,4 juta benda bersejarah. Koleksinya mencakup artefak arkeologi, benda seni, peninggalan dinasti-dinasti China, hingga berbagai dokumen sejarah. Dengan luas bangunan hampir 200.000 meter persegi, museum ini menjadi salah satu museum terbesar di dunia.

Di Amerika Serikat, terdapat National Museum of American History yang berada di kawasan National Mall, Washington DC. Museum bagian dari Smithsonian Institution ini menyimpan lebih dari tiga juta benda bersejarah yang menggambarkan perkembangan politik, sosial, budaya, teknologi, dan kehidupan masyarakat Amerika.

Koleksinya antara lain mencakup benda-benda yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan, perkembangan industri, transportasi, hingga kebudayaan populer Amerika.

Sementara itu, Mesir memiliki Grand Egyptian Museum di dekat kompleks Piramida Giza. Museum yang resmi dibuka pada 1 November 2025 ini menjadi museum terbesar di dunia yang didedikasikan untuk satu peradaban, yakni Mesir kuno.

Museum tersebut menyimpan berbagai artefak peninggalan peradaban Mesir, termasuk koleksi lengkap harta benda Raja Tutankhamun. Selain ruang pamer, fasilitasnya mencakup pusat konservasi, penelitian, pendidikan, museum anak, hingga ruang konferensi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, belum lama ini bahkan juga sempat mengunjungi museum ini pada akhir September 2026 lalu.

Keberadaan museum-museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda kuno, namun juga menjadi sarana pendidikan, pusat penelitian, destinasi wisata, sekaligus ruang untuk memperkenalkan sejarah dan identitas bangsa kepada dunia.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Tidak ada komentar