Mabur.co – Keberadaan media sosial sebagai platform berbagi informasi, pesan, pengetahuan, dan lain sebagainya telah mampu mengubah bagaimana dunia berjalan.
Dengan banyaknya fitur yang tersedia di media sosial, membuat orang-orang bebas mengekspresikan perasaan atau pengalamannya dalam berbagai bentuk. Salah satunya dengan memposting kata-kata motivasi, terutama yang berkaitan dengan percintaan atau asmara, atau pengalaman hidup secara umum.
Dalam sekejap, dunia media sosial telah mampu melahirkan “motivator dadakan” berkat postingan-postingan bernada motivasi tersebut.
Padahal jika akun pembuat postingan itu ditelusuri lebih jauh, bisa jadi ia bukanlah sosok motivator sungguhan, atau hanya sosok “mas-mas biasa” atau “mbak-mbak biasa” yang sehari-harinya cuma scrolling medsos tanpa henti.
Namun entah mengapa, konten-konten berupa quote motivasi semacam ini justru selalu ramai, banyak mengundang perhatian orang, bahkan tak jarang juga viral.
Salah satu alasan yang mendasari konten-konten quotes semacam ini selalu ramai atau viral adalah, karena keterkaitannya dengan pengalaman hidup orang-orang yang membacanya, alias merasa relate dengan dinamika hidup sehari-hari.
Curhat yang Berkedok “Motivasi”
Meskipun tulisan-tulisan motivasi tadi banyak yang relate dengan pengalaman pribadi, namun pernahkah Anda merasa jengah, atau bosan dengan kata-kata yang “itu-itu saja” setiap harinya.
Karena pada dasarnya, tulisan-tulisan quote motivasi itu pastilah berasal dari pengalaman hidup penulisnya sendiri, di mana pengalaman hidup setiap orang jelas berbeda-beda. Meskipun beberapa juga ada yang sama atau mirip.
Karena tulisan-tulisan itu berasal dari pengalaman pribadi, akhirnya yang terjadi adalah ia berusaha mengekspresikan perasaan atau pengalamannya dengan kata-kata motivasi, padahal aslinya cuma curhat (curahan hati).
Ajaibnya, dengan fitur-fitur canggih yang tersedia di media sosial, “mode curhat” tersebut bisa tampak seperti kata-kata mutiara seorang motivator profesional, dan langsung dipercaya begitu saja oleh orang-orang yang membacanya, sehingga menjadi viral.
Begitu dahsyatnya efek visual dari media sosial, hingga membuat “mas-mas” atau “mbak-mbak biasa” itu tadi berubah jadi “motivator dadakan”.
Padahal kenyataannya, realitas dunia tidak pernah seindah kata-kata motivasi yang tersebar luas di media sosial.
Kehidupan ini sangatlah kompleks, sangat rumit, dan selalu ada saja rintangannya.
Kompleksitas kehidupan itu tentunya tidak akan sanggup jika dituangkan ke dalam quote-quote ajaib ala kecanggihan media sosial.
Karena memang fitur media sosial sangatlah terbatas, dan tidak akan sanggup menampung seluruh isi beban dan pikiran orang-orang yang hendak “curhat” (dengan menyisipkan kata-kata motivasi) di dalamnya.
Daripada sibuk mencari validasi dengan scrolling kata-kata motivasi yang relate dengan kehidupan pribadi, alangkah lebih baik jika waktu yang ada digunakan untuk benar-benar menyelami dunia ini dengan sebaik-baiknya.
Karena quotes motivasi semacam itu masih terlalu sempit untuk menggambarkan kompleksitas dunia yang sebenarnya.
Lagi pula, hidup juga tidak akan berubah, hanya dengan membaca quotes-quotes tersebut, jika tidak ada aksi nyata di dalamnya. (*)



