Inilah Alasan Bangunan Tahan Gempa adalah Sebuah Keniscayaan

5 Min Read
Cluster of white dome-shaped houses with wooden doors in a landscaped village, a person walks along a paved road in the foreground under a blue sky.
Rumah Dome (Rumah Teletubbies), lokasi pengungsian warga di Prambanan, Sleman, yang kini jadi Desa Wisata (Foto: voaindonesia.com)

Mabur.co – Indonesia diketahui merupakan negara yang cukup rawan mengalami bencana gempa bumi berulang kali, akibat lokasinya yang berada di pertemuan antara tiga lempeng tektonik utama dunia, dan dilalui oleh jalur Cincin Api Pasifik.

Sepanjang sejarah pun, Indonesia juga cukup sering mengalami bencana gempa bumi, baik yang sifatnya kecil, ataupun yang sangat besar dan menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi di Bantul pada 2006, maupun di Aceh pada 2004 (yang disusul banjir dahsyat tsunami), dan seterusnya.

Dengan kondisi semacam itu, tentunya kesadaran untuk membangun fasilitas atau bangunan anti-gempa menjadi sangat krusial, mengingat peristiwa yang sama bisa saja terulang kembali sewaktu-waktu.

Alhasil, banyak pihak mulai melakukan studi, terkait bagaimana mendirikan bangunan yang tahan terhadap guncangan gempa, sekaligus meminimalisir dampak-dampak yang sering ditimbulkan, seperti korban jiwa, kerugian materiil, hingga mobilitas masyarakat yang terancam lumpuh, yang tentu saja akan berimbas terhadap kelumpuhan ekonomi, dan seterusnya.

Dengan kata lain, bencana gempa sudah pasti akan menimbulkan efek berkepenjangan yang sulit ditangani dalam waktu singkat. Meskipun peristiwa guncangan gempa itu sendiri hanya berlangsung singkat, bahkan tidak sampai satu menit.

Dilansir dari jurnal Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul, Selasa (23/6/2026), berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai kebutuhan utama setiap bangunan masa kini, agar bisa tahan terhadap guncangan gempa.

1. Mitigasi Utama dalam Penyelamatan Nyawa

Tak bisa dipungkiri, aspek keselamatan adalah prinsip utama dari keberadaan bangunan tahan gempa. Karena menyelamatkan manusia (dan barang-barang berharga tertentu) merupakan aset terpenting yang harus dimiliki oleh bangunan anti-gempa tersebut.

Namun, hal itu bukan berarti bahwa bangunan yang satu ini tidak bisa runtuh atau rusak sama sekali saat terjadi guncangan dalam skala yang hebat.

Satu hal yang ditekankan di sini adalah, bangunan tahan gempa tidak akan rusak dalam sekejap saat gempa itu benar-benar terjadi. Sehingga setiap orang yang ada di dalam bangunan tersebut bisa segera menyelamatkan diri maupun barang-barang berharga yang ada di sekitarnya.

2. Keamanan Struktural yang Bertahap

Konstruksi bangunan tahan gempa yang baik umumnya telah mengikuti standar keamanan seperti SNI 1726:2019. Hal ini memastikan agar bangunan tersebut tidak mengalami kerusakan pada gempa berskala kecil, membatasi kerusakan non-struktural pada gempa sedang, dan mencegah keruntuhan total pada gempa besar.

3. Perlindungan Ekonomi dan Aset Berharga

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dampak yang ditimbulkan dari gempa bumi bisa terus berkepanjangan selama beberapa bulan atau bahkan dalam hitungan tahun, ketika kerusakan yang terjadi sangatlah masif, dan butuh biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Dengan menerapkan standar struktur bangunan anti-gempa, biaya penggantian kerusakan yang perlu dikeluarkan tidak akan terlalu besar (sama seperti membangun dari awal).

Menurut beberapa sumber, biaya yang perlu dikeluarkan hanya sekitar 9% hingga 10% dari total Anggaran Biaya (RAB) bangunan standar.

Namun yang pasti, tidak akan ada biaya penggantian hingga 100% alias renovasi total, akibat bangunan tersebut roboh apalagi rata dengan tanah.

4. Bersifat Lentur yang Menyerap Energi

Tidak hanya dari aspek ekonomi dan rescue (penyelamatan), bangunan tahan gempa juga didesain dengan tingkat daktilitas (kelenturan) tertentu, serta struktur yang monolitik (saling mengunci antara fondasi, kolom, dan atap).

Elemen tertentu seperti isolator seismik juga dapat digunakan untuk meredam energi dan getaran yang dihasilkan dari gempa.

Sehingga bangunan tersebut akan jauh lebih aman dari berbagai potensi kerusakan akibat gempa, sekaligus mampu menopang energi dari sumber eksternal.

***

Bangunan anti atau tahan gempa hanyalah satu dari sekian banyak mitigasi yang bisa dilakukan oleh manusia, untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi di kemudian hari.

Namun di luar dari itu semua, kewaspadaan kita sebagai manusia tetap jauh lebih penting, untuk memastikan agar setiap bencana yang datang bisa disikapi dengan baik, dan tidak langsung panik atau khawatir secara berlebihan.

Karena seperti yang tertuang dalam Alquran surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6, bahwa di balik setiap kesulitan pasti terkandung kemudahan di dalamnya.

Itu artinya, dalam setiap bencana alam seperti gempa bumi sekalipun, selalu ada jalan keluar yang bisa ditempuh oleh setiap manusia, melalui ilmu pengetahuan dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga setiap bencana bisa ditanggulangi dengan sebaik mungkin. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment