Tak Punya Penyangga Memadai, Tembok Pagar SD Minomartani Roboh

3 Min Read
Group of adults outdoors inspecting a damaged stone wall; man in white shirt points to the debris as others watch.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kaos putih), bersama Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro meninjau tembok pagar SD Minomartani yang roboh. (Foto: Setiaky.A.Kusuma)

Mabur.co–  Tembok pagar Sekolah Dasar (SD) Minomartani sepanjang sekitar 35 meter dengan tinggi 2 meter tiba-tiba ambruk, saat warga mengikuti kegiatan senam pagi dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman, Minggu (9/8/2026) siang.

Ketua Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI RW 09 Minomartani, Supanto, mengatakan, sebanyak 11 warga RT 09/RW 02 Perumnas Minomartani menjadi korban dalam peristiwa tersebut.  

Mereka merupakan peserta jalan sehat dan senam pagi yang digelar warga untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

11 Warga Harus ke Rumah Sakit

“Tidak ada korban yang mengalami luka serius. Namun, 11 warga tersebut harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka ringan dan syok akibat tertimpa reruntuhan serta terkejut saat tembok ambruk,” ucapnya.

Supanto, mengatakan kepanikan langsung terjadi setelah tembok pagar SD Minomartani roboh.

“Saya kebetulan ketua panitia dan posisi di sini. Begitu tembok roboh, saya langsung lari ke lokasi. Bersama panitia lainnya kami langsung mengevakuasi warga,” katanya.

Supanto mengungkapkan, panitia sebelumnya telah mengingatkan warga agar tidak berada terlalu dekat dengan pagar sekolah.

“Peringatan tersebut diberikan karena kondisi tembok dinilai sudah tidak baik. Struktur pagar disebut telah berdiri sejak sekitar 1985 dan kondisinya terlihat rapuh serta miring,” katanya.

Supanto mengatakan, ketika sebagian warga duduk beristirahat setelah mengikuti jalan sehat dan senam, tembok tersebut akhirnya roboh.

“Sudah kami ingatkan karena temboknya memang sudah berbahaya. Namun, namanya musibah, kami tidak tahu kapan terjadi,” ujarnya.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan tembok pembatas struktur tembok terbuat dari batako semen.

Fondasi dan Besi Cor Penyangga Tidak Memadai

“Petugas menemukan tembok tersebut tidak memiliki fondasi maupun besi cor penyangga yang memadai,” katanya.

Argo mengatakan, penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui faktor yang membuat bangunan tersebut tiba-tiba ambruk.

“Saat kejadian, tidak ditemukan adanya orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok. Hingga saat ini, penyebab pasti robohnya tembok masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menjelaskan, kegiatan jalan santai tersebut merupakan kegiatan warga RW di wilayah Minomartani dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain jalan santai, kegiatan juga diisi dengan senam bersama.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diperkirakan mencapai 400 hingga 500 orang.

Sebagian peserta kemudian memilih beristirahat di sekitar pagar sekolah setelah mengikuti kegiatan.

“Yang duduk-duduk banyak tadi itu, karena itu tempatnya rindang, santai gitu,” katanya.

Bambang mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah peserta berada cukup dekat dengan pagar ketika bangunan tersebut tiba-tiba roboh.

“Reruntuhan kemudian menimpa warga yang sedang beristirahat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menuturkan,  pemerintah daerah selanjutnya akan melakukan penanganan terhadap lokasi kejadian.

“Kondisi bangunan pagar yang roboh juga menjadi perhatian untuk memastikan area sekitar tetap aman bagi masyarakat dan kegiatan warga,” ucapnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar