Berkecimpung di Dunia Sastra, Yuda Wira Jaya Menemukan Diri yang Baru

3 Min Read
Man in a gray shirt sits beside a white board in a colorful studio backdrop that reads 'BERITA TEATER'. Two glasses of tea sit on a white table in front of him.
Sastrawan yang juga anggota Teater Braille, Yuda Wira Jaya. (Foto: Berita Teater)

Mabur.co – Seiring perkembangan zaman yang semakin maju dan canggih, dunia teater pun kini semakin bergerak ke arah yang cukup inklusif.

Teater kini tak hanya mengakomodir mereka yang “normal” saja, tapi juga ikut memberdayakan mereka yang disabilitas, atau berkebutuhan khusus.

Cita Rasa Seni Tak Kalah Unik

Karena orang-orang berkebutuhan khusus juga memiliki cita rasa seni yang tidak kalah unik, ketimbang orang-orang biasa pada umumnya.

Salah satu yang kemudian “nyemplung” dan “ketagihan” dalam dunia seni peran yang satu ini adalah sosok Yuda Wira Jaya,

Ia adalah seorang penyandang disabilitas tunanetra yang memiliki ketertarikan terhadap dunia seni secara umum, dan menyukai tantangan untuk mengeksplorasi diri dengan mendalami berbagai karakter di dunia seni. Salah satunya di bidang drama radio.

“Wah menarik juga ya (bermain drama radio), di sini kita bisa memain-mainkan emosi kita sendiri, maupun emosi pendengar yang nantinya akan menyimak kisah ini. Saya pun jadi kepingin porsi (peran) yang lebih banyak lagi. Akhirnya di produksi-produksi selanjutnya saya pun lebih sering diajak. Apalagi di drama radio ini kan full vocal, jadi kemampuan olah vokal kamu yang akan berperan di situ,” pungkas Yuda Wira Jaya, seperti dikutip dari kanal YouTube Berita Teater, Kamis (20/8/2026).

Mengubah Karakter Pribadi

Sebagai seorang pendiam atau introvert, Yuda seperti “dipaksa” untuk menjadi dirinya yang berbeda, alias mengubah kepribadian aslinya, setelah berkecimpung di dunia drama radio.

Bahkan ia mengaku lebih menyukai peran-peran antagonis, yang membuat dirinya harus mampu menjadi sosok orang lain, di luar dari kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena tokoh antagonis itu sangat menantang, baik bagi diri saya sendiri maupun untuk orang yang mendengarkan. Jadi mereka yang selama ini mengenal saya sebagai seseorang yang pendiam, lalu ketika mendengarkan cerita (drama radio) ini kok jadi ‘garang banget’ dan lain sebagainya. Jadi mereka pun seakan-akan menemukan diri saya yang lain, gitu. Terus mereka juga seperti nggak percaya kalau itu suara saya. Itu sih yang menjadi keberhasilan tersendiri bagi saya,” tambah Yuda.

Dengan berbagai kemudahan yang telah disediakan bagi para penyandang disabilitas, termasuk dalam membuat karya sastra, Yuda pun semakin bersemangat untuk terus membuat karya-karya menarik lainnya di masa depan.

Sekaligus menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas atau difabel lainnya di luar sana, agar tetap bisa produktiif dan terus berkarya, sekalipun mengalami sejumlah keterbatasan fisik, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar