Pengamat: Pola Pidato Prabowo Perlu Didukung Validasi Data

2 Min Read
Man in a dark suit and songkok delivers a speech at a wooden podium in a formal chamber, with red and white flower garlands behind him.
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Gedung Nusantara, Senayan (Foto: Sekretariat Presiden)

Mabur.co – Selama hampir dua tahun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah berulang kali menyampaikan pidato demi pidato, yang langsung memicu kontroversi di kalangan publik, termasuk hingga dunia internasional.

Bahkan dalam sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Jakarta beberapa waktu lalu, Prabowo kembali melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Berbagai Kontroversi

Seperti mengusulkan ambulans dan dokter terbang, menyapa pengupas bawang (padahal merupakan tukang jahit dan pencuci ompreng MBG) dengan upah Rp700 ribu per kilogram, menyapa anak berprestasi dengan “10 tahun lagi kamu boleh pacaran”, dan seterusnya.

Hal itu masih belum termasuk pernyataan-pernyataan kontroversial lainnya, yang telah diucapkan Prabowo sejak ia menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024 lalu.

Melihat kejanggalan dari seorang kepala negara, pemerhati politik dan kebangsaan, Rizal Fadillah, bahkan meminta agar kejiwaan Presiden Prabowo sebaiknya diperiksa.

Apalagi, kesalahan demi kesalahan itu seolah menjadi pola yang terus berulang, sejak awal ia menjabat sebagai Presiden.

“Mungkin ada baiknya untuk segera memeriksa kejiwaan Presiden, sebab pola semacam ini (pidato yang membuat gaduh) sudah menjadi kesalahan yang terus dilakukan berulang kali oleh Presiden Prabowo,” ungkap Rizal Fadillah, seperti dilansir dari laman Fajar, beberapa waktu lalu.

Setiap Ucapan Perlu Didukung Validasi Data

Menurut Rizal, pernyataan seorang kepala negara dalam setiap pidato semestinya bisa didukung oleh data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, agar tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan di ruang publik, apalagi sampai dijadikan parodi oleh banyak orang.

“Mestinya ucapan (dari Presiden Prabowo dalam setiap pidato) itu berbasis data dan bukti yang kuat, sehingga tidak menimbulkan interpretasi bahkan spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Jangan-jangan itu hanya ilusi atau halusinasi Presiden saja. Lalu apa tindakan nyata dari setiap ucapannya itu, hanya basa-basi?” tambah Rizal.

Dengan hadirnya pemeriksaan kejiwaan itu, tentunya diharapkan agar ke depan Prabowo bisa lebih berhati-hati sekaligus bijak dalam berpidato di berbagai kesempatan.

Mengingat statusnya sebagai kepala negara, maka setiap ucapannya bisa sangat berpengaruh bagi dirinya sendiri, situasi negara, maupun hubungan dengan dunia internasional, dan sebagainya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar