Mabur.co — Gempa berkekuatan Magnitudo 7.7 (SR) mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu (15/8/2026) pukul 5.58 WITA.
Gempa tersebut berpusat di Mbay, Kabupaten Nageko, Nusa Tenggara Timur. 15 menit kemudian gempa susulan terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur sebesar 6.4 SR. Dampak gempa tersebut dirasakan di seluruh kabupaten di Pulau Flores.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau seluruh pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta takmir masjid di bawah Persyarikatan Muhammadiyah untuk menghimpun dan menyalurkan infak Salat Jumat sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Himpun Infak untuk Korban Bencana
Imbauan tersebut tertuang dalam Edaran PP Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang ditetapkan di Yogyakarta pada 20 Agustus 2026.
Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa penggalangan infak tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan Muhammadiyah kepada masyarakat yang terdampak bencana di Flores.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Infak Salat Jumat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian warga Muhammadiyah dan masyarakat luas,” ujarnya, saat di wawancarai mabur.co, Jumat (21/8/2026).
Agus menuturkan, penghimpunan dan penyaluran infak perlu dilakukan secara terkoordinasi agar bantuan dapat dikelola secara terpadu dan tepat sasaran. Karena itu, PP Muhammadiyah mengarahkan agar proses penghimpunan dan penyaluran dilakukan melalui Lazismu serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) pada masing-masing tingkatan.
“Koordinasi menjadi penting agar seluruh sumber daya yang dihimpun dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat terdampak. Semangatnya adalah One Muhammadiyah One Response, sehingga respons kemanusiaan Muhammadiyah berjalan secara terpadu,” jelasnya.
Agus mengatakan pula, edaran tersebut ditujukan kepada pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta takmir masjid di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.
“Selain melakukan penggalangan dana infak Salat Jumat pada 21 Agustus 2026, seluruh pihak yang terlibat juga diminta membuat laporan penghimpunan dana dan menyampaikannya kepada pimpinan Muhammadiyah setingkat di atasnya,” ucapnya.
Agus mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk bersama-sama menyukseskan gerakan tersebut sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga ikhtiar bersama ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores dan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang terus hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.
