Kebakaran Hebat Landa Desa Budaya Sade Lombok, Pemerintah Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi

4 Min Read
Nighttime scene of firefighters in turnout gear fighting a blaze, sparks flying around as they douse the flames with a hose.
Petugas Pemadam Kebakaran dibantu masyarakat sedang memadamkam permukiman adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Dok. Warga)

Mabur.co – Desa Sade Lombok di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia, adalah salah satu desa dengan kultur budaya yang kaya.

Desa Sade adalah tempat wisata adat dan budaya yang merupakan wilayah Suku Sasak. Suku Sasak di Desa Sade masih menjaga tradisi dan adat istiadat mereka dengan kuat, meskipun ada dampak dari perkembangan modern.

Masyarakat Desa Sade 100% beragama Islam, hidup dengan berbagai pekerjaan, seperti petani, penenun, dan pemandu wisata atau tour guide.

Terampil Menenun

Para gadis di Desa Sade harus memiliki kemampuan menenun. Seorang gadis tidak boleh menikah jika dia tidak dapat menenun sehingga wanita di Desa Sade bekerja sebagai penenun. Jadi, ada banyak penjual kain tenun di sepanjang jalan dan rumah di perkampungan tradisional Suku Sasak.

Kebakaran melanda kawasan permukiman adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkartan) gabungan dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, mengatakan proses pemadaman masih berlangsung hingga tengah malam. Petugas masih berupaya mengatasi bara api yang belum sepenuhnya padam.

“Pemadaman hingga tengah malam ini masih berlangsung, karena bara api masih menyala,” katanya dilansir Antara, Minggu (23/8/2026).

Puluhan Mobil Kebakaran Sudah ke Lokasi

Supardan mengatakan, puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Bantuan juga datang dari Damkartan Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, serta seluruh unit Damkartan Kabupaten Lombok Tengah.

“Mobil Damkartan yang diturunkan cukup banyak, karena sampai saat ini petugas masih melakukan pemadaman,” katanya.

Supardan mengatakan, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta jumlah rumah yang terbakar dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.

“Kami sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak kebakaran,” katanya.  

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menuturkan, penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian.

Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya dilansir Kominfotik, Pemprov Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Iqbal mengatakan pula, akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah penanganan yang cepat dan tepat, termasuk rencana pemulihan serta rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Ruang Hidup Suku Sasak

Gubernur Iqbal menuturkan pula, Desa Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya.

Karena itu, kebakaran yang melanda Sade tidak hanya menjadi kehilangan bagi warga yang rumahnya terdampak, tetapi juga duka bagi Nusa Tenggara Barat.

“Bagi Pemerintah Provinsi NTB, Sade tidak boleh menghadapi musibah ini sendirian. Keselamatan warga, pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit dari abu kebakaran,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar