Kerap Diajak Nonton Jathilan Saat Kecil, Desiana Jatuh Cinta dengan Seni Tari

3 Min Read
Desiana (kanan bawah) bersama teman-temannya dari UKM Swagayugama berfoto bersama sebelum melaksanakan pentas. (Foto: Facebook)

Mabur.co – Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mulai menyukai bidang kesenian, termasuk seni tari.

Di saat kebanyakan anak muda di luar sana lebih menyukai segala sesuatu yang sifatnya kekinian, modern, dan bertumpu pada teknologi terutama gadget, namun sosok Desiana Rizka Fimmastuti memiliki pandangan tersendiri.

Ia justru lebih menyukai bidang kesenian, tepatnya seni tari, yang akhirnya dijadikan sebagai salah satu hobinya saat beranjak dewasa.

Berawal dari ajakan sang ayah untuk menonton pertunjukkan Jathilan di kota Yogyakarta, Desiana kecil kemudian tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai seni tari.

Karena menurutnya, pertunjukan tari seperti jathilan sangatlah memukau dan memiliki penampilan yang elok, sehingga membuatnya kagum, dan ingin menjadi bagian dari pertunjukan itu suatu saat nanti.

“Dulu waktu kecil saya seneng banget nonton yang namanya reog. Kalau di Bantul itu namanya jathilan. Nah pas umur lima tahun itu saya sering diajak ayah untuk nonton pertunjukan jathilan di dekat rumah saya. Dari situ saya selalu mengikuti mereka (rombongan penari jathilan). Kadang mereka itu jalan dari satu desa ke desa yang lain gitu, terus saya pengin ikutan juga,” ungkap Desiana saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Belajar Banyak dari Seni Tari

Woman in a black hijab and robe speaks to an audience in front of a blue medical-themed backdrop.
Desiana Rizka Fimmastuti (Foto: Azka Qintory)

Puncaknya, saat memasuki bangku kuliah, Desiana pun memutuskan untuk bergabung dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Swagayugama di kampus UGM. Di sana Desiana tidak hanya berkegiatan dengan sesama anggota UKM, melainkan juga ikut mengajak para mahasiswa lainnya, khususnya yang berstatus mahasiswa baru (maba), untuk bersama-sama mempelajari budaya Jogja, salah satunya seni tari.

“Salah satu cara saya menawarkan ke mereka (mahasiswa baru) adalah ‘kalian kan lagi di Jogja nih masa kalian nggak mempelajari budaya atau kesenian yang ada di sini’. Yuk kita gabung (ke UKM Swagayugama),” tambah Desiana.

Setelah menekuni seni tari sejak kecil, Desiana mengaku belajar banyak mengenai cara mengekspresikan diri di depan banyak orang dengan cara yang elegan.

Menghargai warisan leluhur yang dimiliki daerah maupun bangsa secara umum, sekaligus bagaimana agar bisa bermanfaat bagi banyak orang, dengan cara menghibur mereka melalui sajian tradisional yang penuh dengan nilai-nilai moral dan spiritual. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment