Gelombang Tinggi, Puluhan Nelayan Pantai Selatan Kulon Progo Berhenti Melaut

2 Min Read
A white-and-blue fishing boat named Kebayu Aji rests on a sandy beach beside a simple shelter, with the sea in the background.
Sejumlah perahu nelayan nampak berlabuh di bibir pantai. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co — Puluhan nelayan di sepanjang pesisir pantai selatan Kulon Progo terpaksa berhenti melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini salah satunya terlihat di kawasan Pesisir Pantai Congot, Kulon Progo. Sejumlah kapal nelayan nampak hanya bersandar di bibir pantai tanpa satu pun yang beroperasi. 

Sementara itu, aktivitas nelayan juga nampak minim. Di sejumlah lokasi kampung nelayan yang ada di Pantai Congot, sejumlah nelayan terlihat menganggur, lantaran tak berani memaksakan diri turun ke laut.

Sebagian nelayan memilih beristirahat atau mempersiapkan peralatan seperti memperbaiki jaring agar siap jika sewaktu-waktu akan digunakan saat cuaca kembali membaik.

Tak Melaut Sepekan Terakhir

Salah seorang nelayan Pantai Congot, Darno (74), mengaku sudah tidak melaut sejak sepekan terakhir akibat cuaca buruk tersebut.

“Terlalu berisiko kalau tetap memaksakan diri melaut dalam kondisi seperti ini,” ujarnya saat ditemui Mabur.co, Minggu (14/6/2026).

A man crouching and weaving a fishing net inside a wooden workshop, with coils of metal fencing and tools scattered around on the ground.
Seorang nelayan tengah memperbaiki jaring untuk mengisi aktivitas saat libur melaut. (Foto: JH Kusmargana)

Bagi para nelayan seperti Darno, kondisi seperti ini sangat disayangkan karena saat ini sebenarnya sedang memasuki musim ikan bawal putih. Ikan ini merupakan tangkapan favorit nelayan karena memiliki nilai jual tinggi yang bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram. 

“Ya untuk sementara nganggur. Sambil menunggu perkembangan situasi,” katanya. 

Akibat terhentinya aktivitas melaut ini, Darno serta sejumlah nelayan lainnya pun mengaku tidak mendapatkan pemasukan sama sekali untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pasrah Menunggu Cuaca Membaik

Menghadapi situasi ini, para nelayan mengaku hanya bisa pasrah menunggu cuaca kembali membaik. Sebagian nelayan memilih bekerja serabutan sebagai buruh atau petani.

Sementara sebagian lainnya tetap menganggur dan terus memantau laporan kondisi cuaca terkini dari BMKG yang rutin diperbarui dan dibagikan melalui HP. Bila kondisi mulai membaik mereka pun akan langsung kembali melaut untuk mencari penginapan sehari-hari. 

Hingga berita ini diturunkan, kondisi gelombang di perairan pantai selatan Kulon Progo masih tinggi dan belum memungkinkan para nelayan untuk kembali beroperasi. Diperkirakan gelombang tinggi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment