Mahasabha Menuju Acara Budaya Spektakuler, Malioboro Writers Festival 2027

3 Min Read
Group of people seated around a long wooden table in an open-air pavilion, sharing snacks and drinks.
Rapat persiapan Tim Mahasabha menuju Malioboro Writers Festival 2027. (Foto: BB Maras)
2 dari 2 Series - Malioboro Writers Festival 2027, Pesta Budaya Futuristik yang Ditunggu-tunggu
Illustrated poster for Maliboro Writers 2027 in Yogyakarta, with people reading and writing around a large open book and banners promoting the event.
Malioboro Writers Festival 2027, Pesta Budaya Futuristik yang Ditunggu-tunggu
Group of people seated around a long wooden table in an open-air pavilion, sharing snacks and drinks.
Mahasabha Menuju Acara Budaya Spektakuler, Malioboro Writers Festival 2027
Saat ini

Mabur.co – Di Malioboro Writers Festival nanti, buku akan diperkenalkan. Naskah dibahas. Cerita lisan didokumentasikan. Gagasan diperdebatkan. Karya baru dilahirkan.

Ini bukan sekadar panggung baca puisi. Ini gerakan ruang sastra bertemu sejarah, antropologi, arkeologi bertemu imajinasi, tradisi berdialog dengan masa depan. Begitu tulis rilis Mahasabha Purbakala Nusantara selanjutnya, pada Sabtu (24/10/2026).

Siapa yang Menulis Yogya?

Selama ini Yogya diceritakan lewat angka kunjungan. Siapa yang mencatat perubahan kampung Dipowinatan? Siapa yang menyimpan ingatan para pedagang kaki lima yang direlokasi?

Siapa yang mendokumentasikan seniman jalanan, pekerja, perempuan, anak muda? Jawabannya ya kita. Itulah roh Malioboro Writers 2027.

Mahasabha Purbakala Nusantara, penggagas, tidak ingin jadi pemilik.

“Ini ruang bersama milik siapa pun yang percaya tulisan itu penting,” kata Ketua Mahasabha, Sigit Sugito.

Menurut Sigit, pihaknya juga akan mengundang penulis, penyair, sejarawan, arkeolog, budayawan, seniman, dosen, mahasiswa, penerbit, komunitas literasi, dan seluruh warga yang mencintai Yogyakarta.

“Dari Papua, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, datang membawa bahasa dan ingatan,” lanjut Sigit.

Festival Tanpa Regenerasi adalah Pesta Kembang Api

Belajar dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menjelang Hari Santri Nasional 2026, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan beasiswa kepada 424 mahasantri dan 58 santri penggerak di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, tulis Espos.id.

“Hari ini kita serahkan beasiswa terkait program Pesantren Obah. Di antaranya beasiswa Ma’had Aly untuk santri yang kuliah di pesantren serta beasiswa santri penggerak yang aktif dan tinggal di pesantren,” kata Luthfi, dikutip regional.espos.id.

Malioboro Writers 2027 ingin mengadopsi semangat itu: 30% peserta lokakarya adalah penerima beasiswa menulis, misalnya, santri, mahasiswa, penjaga situs, pedagang Malioboro. Karena mereka yang menjaga ingatan, mereka juga yang harus menulis.

Malioboro adalah Buku dan Lima Pertanyaan untukmu

Seorang sesepuh Malioboro, Mbah Warso, 78 tahun, penjual blangkon di Margo Mulyo sejak 1972, ketika ditemui bilang: “Malioboro itu bukan jalan, Le. Itu buku. Halamannya berganti tiap jam. Kalau tidak ditulis, hilang.”

Lalu apa yang ingin kamu tuliskan tentang Yogyakarta? Apa yang harus kita ingat dari Malioboro? Sejarah apa yang perlu dibaca ulang?

Suara siapa yang selama ini belum terdengar? Gagasan apa yang pantas kita perdebatkan bersama? Kirim tanggapanmu. Kritik, usulan, keikutsertaan. Setiap gagasan berharga.

Oktober 2027 masih setahun lagi. Waktu cukup untuk berdialog, menghimpun gagasan, mempertemukan komunitas, membangun kerja sama.

Dari percakapan, kita bangun gagasan. Dari gerakan, kita tinggalkan warisan. Jangan menunggu panggung berdiri untuk mulai menulis.

“Jangan menunggu sejarah dilupakan untuk sadar pentingnya mencatat. Mulai sekarang, dari tulisan, dari komunitas, dari percakapan, dari cinta kita pada Yogyakarta,” demikian tulis Mahasabha memungkasi rilisnya. (Bersambung).

Share This Article
Cartoon man singing into a microphone, holding a sheet of paper, wearing a hat and scarf against an orange background.
Sastrawan, Antropolog.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar