Masjid Sulthoni Wotgaleh, Pusat Wisata Spiritual dan Pelestarian Tradisi Keraton Yogyakarta 

3 Min Read
Ratusan jemaah menghadiri kegiatan di Masjid Sulthoni Wotgaleh Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Selain dikenal sebagai masjid tua dan bersejarah, Masjid Sulthoni Wotgaleh di Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, selama ini juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi atau spiritual yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Hampir setiap pekan masjid yang terletak satu kompleks dengan makam tokoh besar era Kerajaan Mataram Islam yakni Pangeran Purbaya ini rutin didatangi jemaah dari berbagai daerah.

Tak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, tak sedikit jemaah maupun peziarah yang datang ke kompleks ini juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Seperti terlihat Sabtu (18/7/2026) malam. Ratusan warga dari berbagai daerah termasuk rombongan asal luar negeri nampak memenuhi kompleks halaman masjid untuk berwisata religi di Masjid Sulthoni Wotgaleh. 

Tak hanya itu mereka juga hadir sekaligus untuk mengikuti pengajian dan Tahlil Hadiningrat yang merupakan amalan warisan Keraton Kasultanan Yogyakarta yang dilakukan Majelis Zikir Manaqib Bolo Jiwo. 

Bertepatan dengan peringatan Harlah ke-8 Majelis Zikir Manaqib Bolo Jiwo mereka nampak mengikuti majelis ini dengan khusus. Termasuk menjalankan ritual amalan Tahlil Hadiningrat serta berziarah ke makam tokoh Pangeran Purbaya.

Pengasuh Majelis Zikir Manaqib Bolo Jiwo, Anhar Syaifudin atau Mas Panewu Ngabdul Hamid, mengaku bersyukur dengan tingginya antusiasme warga masyarakat dalam mengikuti kegiatan di Masjid Sulthoni Wotgaleh ini.

Group of men seated on the floor at a nighttime religious ceremony; a man in white robes speaks into a microphone.
Sejumlah jemaah melakukan ziarah ke makam Pangeran Purbaya di kompleks Masjid Sulthoni Wotgaleh, Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Jemaah Malaysia

Terlebih dalam acara ini terdapat sekitar 40 jemaah dari Malaysia yang dipimpin Syekh Sidi Ibrahim Al Malik turut hadir untuk ikut melestarikan amalan tradisi Tahlil Hadiningrat dan menziarahi Masjid Sulthoni Wotgaleh maupun makam tokoh Pangeran Purbaya.

Ia berharap adanya jemaah dari berbagai daerah termasuk asal Malaysia ini bisa semakin mengenalkan amalan di lingkungan Keraton Kasultanan Yogyakarta yang bersumber dari tradisi Kerajaan Mataram Islam sebagai bagian dari tradisi Islam Nusantara.

“Kehadiran saudara-saudara kita dari Malaysia ini menjadi bukti mereka peduli dan menghormati ajaran leluhur kita di Nusantara, khususnya Keraton Kasultanan Yogyakarta maupun Mataram Islam,” katanya.

Selain pengajian akbar dan ziarah, rangkaian kegiatan di Masjid Sulthoni Wotgaleh juga diisi pembacaan manaqib, tahlil, santunan anak yatim, pelayanan kesehatan, hingga pembagian bantuan sosial kepada masyarakat.

Bagi banyak jemaah, Masjid Sulthoni Wotgaleh bukan sekadar tempat mengikuti pengajian. Tetapi juga menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai daerah untuk memperkuat persaudaraan, belajar agama, sekaligus mengenal tradisi Islam yang berkembang di Yogyakarta.

Dengan aktivitas keagamaan yang berlangsung rutin dan keterlibatan jemaah lintas daerah bahkan lintas negara, Masjid Sulthoni Wotgaleh kini semakin dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi yang memadukan dakwah, sosial, dan budaya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar