Telur Merah Kuliner Khas Tradisi Sekaten, Simpan Misteri Makna

2 Min Read
Group of people gathered around baskets of red tomatoes and flowering arrangements on a night street market.
Penjual telur merah, Sarminem (tengah), saat melayani pembeli telur merah di acara Sekaten di sekitar Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Satu di antara kuliner khas yang ada di Pasar Malam Sekaten adalah telur merah, atau dalam istilah Jawa disebut endog abang.

Telur ini telah ada sejak gelaran Sekaten pada zaman dahulu. Endog abang atau telur berwarna merah jadi ikon dari acara Sekaten di Kota Yogyakarta.

Endog abang selalu ada dari tahun ke tahun. Endog abang sebenarnya adalah telur ayam biasa yang sudah direbus dan kulitnya dicat warna merah.

Selalu Ada di Pasar Malam Sekaten

Telur merah ini kemudian ditusuk dengan sehelai ruas bambu dan dihias agar terlihat cantik. Penjual endog abang dengan mudah dijumpai di arena Pasar Malam Sekaten. Rata-rata penjualnya adalah sosok perempuan yang sudah berusia setengah baya, bahkan berusia lanjut.

Penjual telur merah, Sarminem, menuturkan, untuk harga satu telur merah Rp5 ribu dengan hiasan menyerupai bunga. Telur yang dijual adalah telur ayam yang direbus dan diberi pewarna makanan.

“Ya, khas sekaten, tradisi Keraton seperti di gunungan. Kalau nggak Sekaten nggak jualan,” katanya, Senin malam (24/8/2026).

Basket of red tomatoes wrapped in paper, with a hand nearby and a shoe visible in the background.
Penjual telur merah, Sarminem, saat membuat telur merah. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Sarminem menjelaskan, telur bisa diartikan sebagai sebuah kelahiran. Warna merah atau abang sebagai perlambang dari kesejahteraan, dan ruas bambu panjang yang menusuk berarti hubungan vertikal dengan pencipta (Tuhan).

“Telur merah (endog abang) ini memiliki makna yaitu simbol kelahiran kembali untuk kehidupan ke depan yang lebih baik, serta simbol hidup sejahtera dengan selalu berpedoman dengan garis yang telah ditentukan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, salah pembeli, Yunita, menuturkan, sengaja membeli telur merah yang sudah dihiasi menyerupai bunga untuk kedua anaknya.

“Telur merah, endog abang, memang khas Sekaten, dari dulu kalau ada gamelan ada telur merah. Juga sama nasi gurih,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar