Tuntut Repatriasi Artefak Budaya, Indonesia Dorong Pembentukan Koalisi Internasional

2 Min Read
Display of various stone statues and carvings arranged on orange and yellow pedestals in a museum gallery, with informational plaques nearby.
Ilustrasi. Benda bersejarah dan artefak budaya. (Foto: NNC)

Mabur.co – Indonesia terus mendorong upaya pengembalian benda bersejarah maupun artefak budaya yang dirampas bangsa asing agar dapat ke negara asalnya.

Melalui Kementerian Kebudayaan, Indonesia bahkan menginisiasi rencana pembentukan koalisi internasional untuk mendorong repatriasi artefak budaya dari negara-negara bekas kolonial.

Inisiasi tersebut dilontarkan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat bertemu dengan Kedutaan Besar Yunani untuk Indonesia di Jakarta, baru-baru ini. 

Koalisi Bersama

Indonesia bahkan mengajak sejumlah negara seperti Yunani Irak, dan Mesir, yang juga merupakan negara bekas kolonialisasi untuk ikut bekerjasama dapat membentuk koalisi bersama untuk memperjuangkan pengembalian artefak budaya yang masih berada di luar negeri.

Fadli Zon menegaskan bahwa pengembalian benda budaya ke negara asal merupakan bagian dari keadilan sejarah sekaligus bentuk penghormatan antarbangsa. 

“Era perampasan kolonial telah berakhir. Repatriasi dan pengembalian benda-benda budaya ke negara asalnya merupakan masalah keadilan sejarah dan wujud saling menghormati antarnegara,” ujar Fadli Zon sebagaimana dikutip Antara, Rabu (3/6/2026).

Indonesia sendiri dinilai sebagai negara yang pernah memiliki pengalaman penting dalam proses repatriasi artefak budaya, termasuk pemulangan sekitar 28.131 fosil Dubois asal Trinil dan 30.000 artefak dari Belanda. 

Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama internasional terkait pengembalian benda budaya.

Selain membahas repatriasi, Indonesia dan Yunani juga menegaskan pentingnya koordinasi di UNESCO terkait perlindungan warisan budaya, promosi warisan budaya tak benda, hingga pemberantasan perdagangan ilegal benda budaya.

Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai agenda pelestarian budaya Indonesia. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama di bidang permuseuman melalui kolaborasi langsung antar-lembaga.

Kerja sama itu mencakup pertukaran pengetahuan mengenai konservasi ilmiah, pengelolaan museum, hingga peluang penyelenggaraan pameran artefak Indonesia di Yunani sebagai upaya memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat Eropa.

Indonesia dan Yunani juga berencana menyusun nota kesepahaman baru di bidang kebudayaan untuk menggantikan perjanjian kerja sama pendidikan dan kebudayaan tahun 2004 yang telah berakhir pada 2018. 

Kesepakatan baru ini diharapkan menjadi dasar penguatan hubungan budaya kedua negara di masa mendatang. ***

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment