Warga Flores Timur Temukan Pusaka Kuno di Pantai Konga, dari Mahkota hingga Salib Berhias Permata - Mabur.co

Warga Flores Timur Temukan Pusaka Kuno di Pantai Konga, dari Mahkota hingga Salib Berhias Permata

Mabur.co – Seorang warga menemukan sejumlah benda antik saat menangkap ikan dan udang di Pantai Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin malam (4/5/2026). 

Penemuan tersebut menjadi perhatian publik setelah video benda-benda kuno yang diduga berasal dari era kerajaan tersebut beredar luas di media sosial.

Warga bernama Bernardus Budi asal Desa Konga, mengaku awalnya menemukan sebuah karung putih di kawasan pantai yang sedang surut. Saat dibuka, karung itu ternyata berisi berbagai benda kuno bercorak kerajaan.

“Semua pusaka ini berbahan besi kuningan, saya juga tidak sengaja menemukannya saat tangkap ikan,” ujar Bernardus dikutip Ekorantt, Sabtu (9/5/2026).

Ia kemudian memanggil warga lain untuk membantu membawa karung tersebut ke basecamp Caritas di Desa Konga. 

Saat diperiksa bersama warga dan tokoh masyarakat, ditemukan berbagai benda seperti salib berhias batu kristal atau permata merah dan biru, sejumlah keris, tongkat berkepala naga, mahkota berbentuk kerucut, kendi, gelang lengan, hingga benda-benda lain yang belum diketahui namanya.

Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung, mengatakan masih ada benda lain yang tertinggal di dasar laut.

Setelah dilakukan penyelaman di tengah kondisi air pasang, warga kembali menemukan dua patung bercorak kerajaan, dua bingkai kayu bermotif, serta selembar kain merah di kedalaman sekitar tiga meter.

Aloysius menduga benda-benda tersebut merupakan peninggalan masa kerajaan, bahkan memiliki kemiripan dengan atribut Kerajaan Singosari. 

Benda menyerupai salib berhias permata yang ditemukan warga (tangkapan layar video di Tik Tok)

Ia meminta agar seluruh barang diamankan sementara di Desa Konga untuk kepentingan penelitian lebih lanjut. Namun Bernardus memilih menyimpannya di kebun miliknya yang berjarak sekitar 15 kilometer dari desa.

Penemuan itu memunculkan berbagai spekulasi. Tokoh masyarakat dan aparat setempat curiga benda-benda tersebut sengaja dibuang ke laut karena ditemukan tersimpan rapi di dalam karung.

Setelah ditelusuri, diketahui barang-barang itu diduga milik seorang warga desa tetangga yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Menurut pengakuan keluarganya, benda-benda tersebut memang pernah dilepaskan ke laut melalui ritual adat “tolak bala” untuk menyingkirkan kesialan. 

Keluarga menyebut, pusaka itu berasal dari Jawa, namun asal-usul detailnya tidak diketahui pasti. Mereka juga mengaku tidak ingin lagi menyimpan benda tersebut.

Kepercayaan adat setempat menyebut barang yang sudah dilepaskan lewat ritual tidak boleh diambil kembali karena diyakini dapat membawa hal buruk.

Karena itu, pemerintah desa dan tokoh masyarakat meminta agar benda-benda tersebut dijauhkan dari permukiman.

Wilayah Konga sendiri dikenal memiliki jejak sejarah panjang sebagai lokasi persinggahan bangsa Portugis dan Jepang pada masa lampau. 

Di kawasan itu sebelumnya juga pernah ditemukan meriam peninggalan Portugis, patung-patung sakral, hingga 393 butir peluru dan 16 granat yang diduga sisa Perang Dunia II.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Hery Lamawuran, mengatakan pihaknya akan turun langsung untuk memeriksa dan mendata seluruh benda yang ditemukan guna memastikan nilai sejarah dan asal-usulnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *