Lestarikan Seni Tradisional, Pemkab Sleman Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja - Mabur.co

Lestarikan Seni Tradisional, Pemkab Sleman Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja

Mabur.co– Dalam rangka menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan agar tetap lestari di tangan generasi muda, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) Sleman, Sabtu (9/5/2026) menyelenggarakan festival dalang anak dan remaja tingkat kabupaten bertempat di Gedung Kesenian Kabupaten Sleman.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, mengatakan festival ini diikuti oleh 17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di Kabupaten Sleman.  

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Dalam rangka menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan,
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, menyelenggarakan festival dalang anak dan remaja . (Foto: Setiaky.A.Kusuma)

Sementara itu salah satu peserta, Aditya Wibowo, warga Kapanewon Ngaglik Depok Sleman, mengatakan, menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” katanya.

Aditya mengatakan, nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran.

“Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *