Evolusi Ketoprak Tobong di Tengah Arus Perubahan Zaman

Mabur.co – Waktu dan masa kejayaan memang tak pernah bisa diulang. Perubahan dibutuhkan agar sesuatu yang sudah lama ada, tetap bisa eksis, dan tak begitu saja hilang ditelan zaman. 

Mungkin itulah yang sedang terjadi pada kesenian tradisional bernama ketoprak tobong.  Pernah mencapai puncak kejayaannya di tahun 1970 hingga 1980-an, ketoprak tobong kini punah, tergeser jauh di pinggiran peradaban. 

Saat ini mungkin tak banyak orang yang tahu apa itu ketoprak tobong. Padahal kesenian tradisional ini merupakan akar dari semua pertunjukan drama modern di atas panggung. Yang memadukan seni peran, tari, musik, dan karya sastra. 

Ciri khas ketoprak tobong adalah pementasannya yang dilakukan dengan cara berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Mirip kelompok sirkus ala kaum gypsy di Eropa dan Amerika. 

Mulai muncul sejak tahun 1930-an, rombongan pemain ketoprak tobong biasanya akan tinggal dan menetap selama beberapa bulan, untuk tampil membawakan sejumlah lakon secara berurutan di suatu kota. 

Disebut ketoprak tobong karena para pemainnya biasa tinggal di sebuah tobong. Bangunan semi permanen dari bambu dan atap rumbia yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus panggung pertunjukan.

Lakon cerita lokal atau folklor Jawa, selalu menjadi dasar utama pertunjukan kesenian tradisional ini. Semuanya berasal dari sejarah lokal masyarakat yang diambil dari Babad Tanah Jawa.

Pementasan ketoprak tobong di Pengasih Kulon Progo Sabtu 3112026 Foto JH Kusmargana

Para pemain ketoprak tobong biasanya dibayar dari hasil penjualan tiket masuk pertunjukan. Semakin sedikit jumlah penonton yang hadir, maka akan semakin sedikit pula bayaran yang mereka terima. 

Saat ini, sangat sulit menemukan kelompok kesenian ketoprak tobong seperti ini. Hanya beberapa gelintir orang saja yang masih mau menekuni sebagai sebuah profesi atau pekerjaan. 

Kurangnya minat masyarakat serta adanya pergeseran tren kesenian, semakin membuat ketoprak tobong terpinggirkan. Bahkan di beberapa lokasi ketoprak tobong dianggap punah dan hilang dari peradaban. 

Atas nama pelestarian, beberapa pihak baik itu individu, kelompok masyarakat, maupun instansi pemerintah, belakangan memang berupaya membangkitkan kembali ketoprak tobong. 

Sejumlah pertunjukan kesenian ketoprak tobong pun kembali diselenggarakan. Namun dengan pendekatan yang jauh berbeda dari ketoprak tobong versi asli. 

Salah satunya seperti terlihat dalam pementasan ketoprak tobong yang digelar di Omah Penthoel Art Space, Pengasih, Kulon Progo, Sabtu (31/1/2026) malam kemarin. 

Meski dinamai ketoprak tobong, namun hampir semua pemainnya merupakan pemain ketoprak konvensional atau seniman tradisional yang memiliki beragam profesi atau pekerjaan. 

Tidak ada satu pun yang benar-benar tinggal dan menetap di lokasi selama beberapa bulan, untuk tampil atau ‘ngamen’ layaknya pemain ketoprak tobong di masa silam. 

Tak hanya itu, pentas pertunjukannya juga hanya digelar semalam dengan mengangkat satu judul cerita atau lakon. Tak ada pertunjukan lanjutan, apalagi tiket masuk bagi penonton. 

Panggung ketoprak tobong menggunakan background bisa diubah ubah sesuai cerita Foto JH Kusmargana

Satu-satunya ciri khas yang masih bisa ditemui dalam pertunjukan ketoprak tobong ini mungkin hanyalah dari sisi teknis atau model pementasan. 

Panggung pertunjukan dibuat menggunakan latar belakang yang bisa diubah-ubah dengan cara ditarik menggunakan tali sesuai kebutuhan cerita. Biasanya terbuat dari kain yang digambar. 

Background panggung ini biasanya berupa gambar lingkungan istana, rumah sederhana di pedesaan, hingga suasana alam pegunungan. 

Saking sulitnya mencari peralatan pementasan ketoprak tobong ini, pihak penyelenggara bahkan harus mendatangkan dari Madiun, Jawa Timur. 

Meski telah mengalami banyak perubahan, pementasan kesenian tradisional ketoprak tobong versi terbaru ini, mungkin menjadi satu-satunya jalan yang paling memungkinkan untuk tetap melestarikan. 

Selain dapat menjadi ajang untuk bernostalgia,  paling tidak, dengan pementasan semacam ini anak-anak muda generasi sekarang, bisa sedikit mengetahui dan mengenal ketoprak tobong. *** 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *