Ketika Kawah Manuk Menyala Tanpa Lava di Papandayan

3 Min Read
)
Blue Fire di Gunung Papandayan. (Foto: Istimewa)

Malam Kamis, 24 September 2026, pendaki di Pos 7 Papandayan mengira senternya rusak. Di antara asap tipis, ada nyala biru keunguan yang tidak berkedip seperti api unggun.

Warga dan warganet dihebohkan dengan kemunculan fenomena blue fire atau nyala api biru di sekitar kawasan Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ini bukan Kawah Ijen. Papandayan tidak punya danau asam. Ia punya hamparan pasir berbisik dan Kawah Manuk yang menggeram.

Badan Geologi memastikan api tersebut dari belerang, bukan magma.

“Nyala tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena blue fire yang berkaitan dengan pembakaran belerang di area solfatara,” ujar Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, pada Jumat, 25 September 2026.

Badan Geologi Mengamati Sejak 2025

Rita mencatat dinamikanya cepat. Pada 23 September, nyala biru keunguan tampak di beberapa titik dengan sebaran yang cukup luas.

Selang sehari kemudian, pada 24 September, nyala api yang terlihat menjadi lebih sedikit, terkonsentrasi, dan menunjukkan warna biru keputihan.

Kenapa baru sekarang? Badan Geologi sejak 2025 mengamati bukaan Kawah Manuk menunjukkan kecenderungan menyempit yang disertai dengan berkurangnya volume asap di permukaan.

Gas panas yang biasanya lewat mulut utama, kini dipaksa mencari rekahan baru yang kaya endapan belerang. Saat bertemu oksigen, ia menyala biru.

Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban, langsung menutup jalur.

“Sementara waktu dilakukan pembatasan pengunjung hingga Pos 4,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut, BBKSDA Jabar, Vitriana Yulalita.

Menurut PVMBG terdapat potensi bahaya dengan kemunculan blue fire adalah semburan gas dan paparan gas vulkanik beracun di atas ambang batas.

Gunung yang Punya Ingatan

Bagi orang Cisurupan, Papandayan memang gunung yang punya ingatan. Letusan 1772 meratakan 40 desa dan membentuk Sela Papandayan. Orang tua dulu menyebut Kawah Manuk itu sarang manuk, burung gaib penjaga belerang. Kalau malam menyala biru, itu bukan untuk difoto, tapi pertanda gunung sedang ganti napas.

Kini status masih Level I Normal, tapi radius 500 meter dari kawah aktif dilarang untuk menginap. Fenomena yang biasanya dicari di kawah ijen Banyuawangi, di Papandayan justru diwaspadai. Karena di sini, api biru bukan atraksi. Ia adalah bahasa gunung. ***

Share This Article
Cartoon man singing into a microphone, holding a sheet of paper, wearing a hat and scarf against an orange background.
Sastrawan, Antropolog.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar