Mengapa Motif Sarung Sering Berbentuk Kotak?

2 Min Read
Six vertical strips of plaid fabric in blue, red, teal, yellow, and purple checks.
Berbagai jenis motif sarung kotak-kotak. (Foto: Thinkstock)

Mabur.co – Sebagai salah satu alat yang digunakan untuk beribadah (untuk agama Islam), sarung memiliki ciri khas tersendiri yang tidak banyak dimiliki oleh alat-alat ibadah lainnya.

Salah satu ciri khas utama dari sarung adalah motifnya, yang lebih banyak menggunakan desain kotak-kotak, khususnya untuk sarung tradisional atau kontemporer.

Meski sudah banyak motif baru bermunculan di pasaran, namun di banyak tempat dan platform, motif kotak-kotak tetap menjadi pilihan favorit bagi masyarakat, untuk melaksanakan ibadah salat, dan seterusnya.

Lalu, apa yang menyebabkan kain yang satu ini kebanyakan memiliki motif kotak-kotak? Dan mengapa motif tersebut masih terus bertahan hingga saat ini?

Dilansir dari laman Sarungku, Sabtu (20/6/2026), berikut adalah beberapa penjelasan terkait hal tersebut.

Simbol Perlawanan Budaya

Motif kotak dan garis pada sarung kerap dianggap sebagai simbol identitas kaum pribumi Nusantara. Di masa lampau, motif ini menjadi bentuk pembeda yang tegas terhadap budaya Barat yang dibawa oleh penjajah.

Teknik Tenun Klasik (ATBM)

Pada zaman dahulu, kain sarung dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Alat itu dapat menghasilkan pola geometris kotak atau garis horizontal/vertikal dengan lebih mudah, ketimbang harus menyilang benang pakan dan benang luntur, atau membuat motif lengkung yang terbilang rumit.

Makna Filosofis Mendalam

Motif kotak-kotak pada sarung juga dimaknai sebagai penanda arah kehidupan. Garis yang membatasi kotak-kotak juga mengajarkan bahwa ketika manusia mengambil langkah ke arah mana pun (kiri, kanan, atas, bawah), akan selalu muncul perbedaan dari berbagai pihak, sehingga harus bijak mengambil konsekuensi atas setiap langkah tersebut.

***

Baik itu motif kotak atau melengkung, maupun motif-motif modern lainnya, sarung tetaplah sarung, sebagai alat penutup bagian bawah pada laki-laki ketika melaksanakan ibadah salat.

Meskipun sarung memang kebanyakan memiliki motif kotak-kotak, hal itu semestinya tidak perlu menjadi “perdebatan kusir” di kalangan masyarakat, karena semua motif itu sama baiknya, dan selalu mempunyai makna tersendiri yang baik untuk kehidupan umat manusia. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment