Papeda, Bubur Tradisional Pengganti Nasi di Papua

3 Min Read
Makanan Papeda asli Papua (Foto: TRAC)

Mabur.co – Papua tidak hanya terkenal dengan tarian maupun adat istiadatnya yang terbilang unik. Lebih dari itu, Papua juga memiliki makanan khas, yang bahkan sudah dimodifikasi oleh banyak orang di daerah lain.

Salah satu makanan tradisional yang sangat khas di Papua adalah “Papeda”.

Papeda adalah bubur sagu tradisional, yang berasal dari Papua dan Maluku. Ciri khas dari Papeda adalah memiliki tekstur yang kenyal, lengket, dan berwarna putih.

Dilansir dari laman Indonesia Chef Association, Rabu (17/6/2026), makanan ini sejatinya sudah ada sejak zaman prasejarah, atau lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Papeda juga dianggap sebagai makanan pokok pengganti nasi, karena memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, rendah kolestrol, dan sangat bergizi.

Papeda terbuat dari pati pohon sagu yang sudah diolah sedemikian rupa. Di mana tepung sagu dimasak dengan air mendidih, sambil terus diaduk hingga berubah menjadi gel kental.

Cara Makan yang Tidak Biasa

Mengingat teksturnya yang lengket menyerupai lem, papeda tidak bisa dikunyah dan disendok seperti halnya nasi.

Adapun cara menyantap Papeda adalah dengan menggulungnya menggunakan dua bilah sumpit atau sendok kayu, lalu langsung ditelan.

Karena Papeda memiliki rasa yang tawar (mirip seperti Roti), maka disarankan untuk menikmati makanan ini dengan tambahan “lauk” Ikan Kuah Kuning (seperti Ikan Tongkol atau Mubara) agar rasanya menjadi lebih nikmat.

Satu porsi papeda membutuhkan waktu setidaknya 15 hingga 30 menit untuk dihabiskan. Waktu tersebut meliputi proses menggulung adonan papeda menggunakan sumpit/garpu (disebut gata-gata), lalu menyantapnya bersama kuah kuning (seperti Ikan Tongkol tadi), karena Papeda sebaiknya memang langsung ditelan dan tanpa dikunyah, agar sisa makanan tidak lengket di gigi.

Papeda melambangkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan dalam budaya masyarakat Papua, sehingga sangat cocok jika disantap saat berkumpul bersama keluarga, teman, maupun orang-orang terdekat.

Banyak daerah juga mulai mengadopsi Papeda ke dalam variasi bentuk yang lebih kekinian, seperti Papeda Telur berbentuk Cilung (Aci Gulung), Papeda Kuah Seblak, Papeda Peranakan, dan masih banyak lagi.

Meski telah dimodifikasi dalam berbagai bentuk, tetap saja Papeda asli Papua tidak akan pernah tertandingi, karena semua bahan dan pengolahan yang orisinal hanya ada di tanah Papua. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment