Satu Dolar Kini Setara Rp18.000, Teringat Presiden Habibie Stabilkan Rupiah Saat Krisis

3 Min Read
Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie. (Foto: Antara)

Mabur.co – Maju menggantikan Presiden Soeharto yang lengser pada 20 Mei 1998, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang kala itu menjabat sebagai Wakil Presiden, menghadapi pekerjaan rumah yang besar:

Salah satunya adalah keadaan ekonomi yang porak poranda yang berdampak pada hilangnya kepercayaan publik pada pemerintah.

Belajar Sejarah Saat Krisis Moneter

Krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 menjadi salah satu periode paling kelam dalam sejarah ekonomi Indonesia. Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan politik masyarakat Indonesia.

Kebijakan-kebijakan historis yang diterapkan oleh B.J. Habibie juga memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong transformasi menuju demokrasi di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan B.J. Habibie, UU No. 23 Tahun 1999 yang memberikan independensi kepada Bank Indonesia untuk disahkan, sehingga memungkinkan lembaga tersebut fokus menjaga stabilitas moneter secara independen.  

Dilansir laman Bank Indonesia, Minggu (18/10/2026), B. J. Habibie menghadapi tantangan besar ketika Indonesia memasuki masa krisis moneter 1998.

Habibie stabilkan rupiah saat nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar AS jatuh hingga sekitar Rp17.000 per dolar.

Kondisi tersebut membuat ekonomi nasional terguncang karena harga kebutuhan pokok melonjak, perusahaan bangkrut, dan banyak bank mengalami kesulitan likuiditas.

Situasi politik yang tidak stabil juga memperburuk kepercayaan investor terhadap Indonesia. Meski banyak pihak meragukan kemampuannya karena bukan berasal dari kalangan ekonom, Habibie justru berhasil mengambil langkah cepat untuk memulihkan kondisi ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar.

Pemerintah memulai pemulihan ekonomi dengan memperbaiki sektor perbankan nasional. Banyak bank saat itu mengalami masalah akibat kredit macet dan lemahnya pengawasan keuangan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selain itu, empat bank milik negara digabung menjadi Bank Mandiri agar memiliki kekuatan modal yang lebih baik.

Pemerintah juga menerbitkan obligasi rekapitalisasi untuk melindungi dana nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan ini berhasil menurunkan kepanikan masyarakat dan membantu mengembalikan kepercayaan terhadap industri perbankan Indonesia.

Rupiah Stabil

Berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintahan Habibie akhirnya memberikan hasil positif. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya berada di titik terburuk perlahan menguat hingga mencapai sekitar Rp6.500 per dolar AS pada pertengahan 1999.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai membaik setelah mengalami kontraksi tajam pada masa krisis moneter.

Habibie stabilkan rupiah melalui kombinasi reformasi ekonomi, restrukturisasi perbankan, dan kebijakan moneter yang disiplin.

Keberhasilan tersebut masih dikenang sebagai salah satu momen penting dalam sejarah pemulihan ekonomi Indonesia dan sering menjadi contoh saat rupiah kembali menghadapi tekanan terhadap dolar AS.

Seperti yang terjadi saat ini ketika dolar terasa mencekik rupiah. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar