Mabur.co – Siapa yang masih ingat Pak Tino Sidin? Bagi yang berusia di atas 40 tahun dan mempunyai hobi menggambar niscaya bukan saja ingat, tapi everlasting mengenangnya.
Sosok kebapakan dengan gaya seniman yang khas. Topi bareta, kacamata bingkai tebal, senyuman cengar cengir dan satu kata ajaib yang ditunggu jutaan pemirsa anak–anak Indonesia: Yak, Baguuuus!
Tino Sidin selalu tampil khas, berkemeja batik garis lengkung, berbaret hitam dengan kuncir di atasnya, tatkala mengasuh gemar menggambar di layar TVRI mulai tahun 1978.
Orang Jawa kelahiran Tebingtinggi, Sumatra Utara, 25 November 1925, itu sangat akrab dengan anak-anak pada dekade delapan puluhan.
Terapi Menggambar Bersama
Guna melatih daya ingat dan konsentrasi Komunitas lansia Bethesda bernostalgia menggambar bersama video Tino Sidin yang dipandu anak Tino Sidin, Titik Tino Sidin di Auditorium RS Bethesda, Senin (5/10/2026).
Titik Tino Sidin menuturkan, kegiatan bertujuan refresh kembali ibu-ibu dan bapak-bapak terutama para kaum lansia untuk mengenang Tino Sidin.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memanjangkan umur karena bisa untuk silaturahmi,” ujarnya.

Owner Museum Taman Tino Sidin, Titik Tino Sidin tersebut berharap, setelah acara ini dari Museum Taman Tino Sidin bisa ke komunitas lansia lainnya mengenalkan siapa Tino Sidin.
Pada hari ini peserta menggambar objek burung karena paling gampang digambar, lewat video dokumentasi Museum Taman Tino Sidin, peserta menirukan, melalui metode step by step, bagaimana awal menggambar burung, seperti apa sampai gambar jadi burung yang langsung dipandu Tino Sidin,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta, Widi Hartanto warga Nandan, Sleman, mengatakan, dari kecil sudah hobi menggambar.
Dulu ketika umur 11 tahun, ingat sekali saat Tino Sidin selalu muncul di TVRI. Selalu menunggu-nunggu.
“Kebetulan keluarga, mulai dari bapak, kakak saya, memang suka melukis. Saya ingat ketika saat menekuni atau mencoret-coret sesuatu gambar itu seperti saya beralih dari tadinya saya pusing, jadi hilang dengan melukis,” katanya.
Menghilangkan Stres
Menurut Widi, kegiatan semacam ini bisa menghilangkan stres, mengurangi kepusingan urusan kepala turun ke hati, ke perasaan itu sangat bagus.
Apa yang diajarkan Tino Sidin saat menggambar step by step sangat mudah dipelajari, karena ia mengawali dengan satu goresan yang sebetulnya semua orang bisa.
Seperti menggambar burung selalu diawali dengan goresan yang semua bisa.
“Jadi kita enggak usah menggambarkan bentuk burung lengkap, tapi diawali dengan kayak mangga atau apalah bentuknya. Kayaknya awalnya sama tapi kemudian Tino Sidin menjelaskan bahwa untuk jenis burung tertentu itu kepalanya di sini. Lehernya di sini, jadi sangat mudah sekali,” katanya.
