Usai Santap MBG, Puluhan Siswa Turi Alami Keracunan

2 Min Read
School courtyard with multiple ambulances and staff gathered near the building entrance.
Mobil ambulans sedang bersiaga di SMK Muhammdiyah 1 Turi. Puluhan siswa dari tiga sekolah berbeda di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, dilarikan ke Puskesmas Turi. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Puluhan siswa dari tiga sekolah berbeda di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, dilarikan ke Puskesmas Turi pada Senin (7/9/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, muntah, hingga sakit perut massal usai menyantap sajian paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Puskesmas Turi, Dyah Retnaningtyas, menjelaskan, gelombang pasien mulai berdatangan sejak pukul 09.30 WIB dari SMP Negeri 3 Turi dan SD Muhammadiyah Balerante.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan 19 siswa dari SMK Muhammadiyah I Turi turut menyusul diantar ke puskesmas dengan keluhan medis serupa.

Seluruh Siswa Dinyatakan Membaik

Setelah mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan, seluruh siswa yang dirawat di puskesmas dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

“Tim medis Puskesmas Turi langsung mengamankan sampel makanan dari sekolah penerima maupun dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia paket MBG. Sampel menu yang terdiri dari nasi, bola-bola daging, edamame, tumis kol wortel, dan buah semangka tersebut langsung dikirimkan ke laboratorium untuk diuji klinis. Pihak puskesmas juga menyiagakan penanganan medis 24 jam guna mengantisipasi jika ada siswa yang mengeluhkan gejala lanjutan,” ucapnya, Senin (7/9/2026).

Sementara itu, Panewu Anom (Sekretaris Kecamatan) Turi, Yunan Nurtrianto, menjelaskan, bahwa pasokan MBG untuk sekolah-sekolah tersebut berasal dari SPPG Wonokerto.

Hentikan Distribusi

Mengetahui adanya insiden ini, pihak kapanewon langsung menghentikan distribusi dan menarik makanan yang belum sempat dikonsumsi.

“Yang belum dikonsumsi ditarik semua itu yang TK, pas tahu ada kejadian ini langsung ditarik. Yang sudah dikonsumsi ya sudah, nanti tinggal kita minta laporan saja,” jelasnya.

Yunan mengatakan, sebagai langkah tanggap darurat, Kantor Kapanewon Turi mendirikan posko operasional dan menyiagakan Forum Komunikasi Relawan Ambulans Turi untuk memantau sekolah-sekolah penerima suplai MBG.

“Kita punya Forum Ambulans se-Kapanewon Turi, kita siagakan kalau ada panggilan-panggilan mendadak langsung bisa menjemput ke Puskesmas atau kalau perlu dirujuk. Ini sudah koordinasi dengan pihak kepala Puskesmas dan RSUD Sleman,” pungkasnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar