BMKG: Penyebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tergantung Arah Angin

2 Min Read
Dusty dark SUV parked on grass at night, with mud splatters coating the body and windshield wipers resting on the windshield
Ilustrasi. Penampakan mobil di Lampung yang telah terdampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. (Foto: Tribunnews)

Mabur.co – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam lalu, telah menyebar luas ke beberapa daerah, termasuk di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan juga Bengkulu.

Mengingat besarnya penyebaran abu vulkanik ini hanya dalam hitungan hari, publik di beberapa daerah lainnya pun mulai khawatir bahwa penyebarannya akan terus meluas hingga ke daerah-daerah lainnya di bagian timur Indonesia.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan, bahwa kemungkinan abu vulkanik Anak Krakatau menyebar sampai wilayah timur, khususnya di Pulau Jawa, akan sangat bergantung pada pergerakan arah angin.

“Kemungkinan abu vulkanik mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur secara meteorologis akan sangat bergantung pada perubahan arah angin, yang berada di berbagai lapisan atmosfer,” tutur Andri, seperti dikutip dari laman Detik, Senin (7/9/2026).

Tergantung Aktivitas Gunung

Selain bergantung pada arah angin, Andri juga melihat bahwa pergerakan abu vulkanik akan sangat dipengaruhi oleh aktivitas dari gunung itu sendiri.

Pasalnya jika Gunung Anak Krakatau masih terus mengalami erupsi atau letusan yang kuat hingga beberapa waktu ke depan, maka dorongan serta intensitas abu yang dihasilkan juga akan semakin besar. Sehingga abu vulkanik dapat terlempar lebih tinggi menuju atmosfer, dan menyebar secara lebih luas ke berbagai wilayah.

“Untuk sebaran abu vulkanik ini (akan) sampai kapan berlangsungnya, kami belum dapat memastikan secara pasti. Karena semuanya sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, serta arah dan kecepatan angin pada saat itu,” lanjut Andri.

Menurut kondisi atmosfer pada Minggu (6/9/2026) sore kemarin, ketinggian angin di sekitar Gunung Anak Krakatau masih tergolong bervariasi, yang berasal dari tenggara-selatan di lapisan bawah, barat laut-utara di lapisan menengah, dan utara-timur laut di lapisan atas, dengan kecepatan 2-30 knot.

Andri juga tak lupa mengimbau masyarakat di wilayah yang sudah terdampak, untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar