Mabur.co – Sastrawan dan pegiat literasi Kulon Progo, Marwanto S.Sos., M.Si, menawarkan program Gerakan 5 MBG bagi siswa-siswa sekolah dasar (SD).
Hal itu disampaikan saat ia menjadi narasumber bimtek Penguatan Literasi di Sekolah Dasar Melalui Gerakan Penulisan Kreatif.
Bimtek tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru SD/MI bertempat di Kantor UPTD Lendah, Selasa (20/10/2026).

Bimtek ini merupakan hari pertama dari rangkaian empat bimtek dalam rangka pengimbasan sekolah penerima Boskin Terbaik Gugus III Kabupaten Kulon Progo.
Lima MBG
Lima MBG yang ditawarkan Marwanto adalah MBG-1 (Membaca Buku Gratis), MBG-2 (Menulis Bebas Gratis), MBG-3 (Meneruskan Bahan Gantung), MBG-4 (Mari Baca Gubahanku) dan MBG-5 (Merutinkan Bersama, Go…go…go).
Ia menjelaskan, kegiatan lima MBG ini bisa dilakukan 15-20 menit sebelum pelajaran dimulai, dengan pembagian: MBG-1 (Senin-Selasa), MBG-2 dan MBG-3 (Rabu-Kamis), MBG-4 (Jumat), Sementara MBG-5 menjiwai pelaksanaan kegiatan Senin-Jumat.
“Di hari Senin dan Selasa, para siswa diwajibkan membaca buku apa saja, tapi selain buku pelajaran. Kemudian di hari Rabu-Kamis siswa diminta menulis bebas, terutama penulisan kreatif, bisa cerpen puisi. Sebagai perangsang, bisa disiapkan bahan gantung, berupa kalimat atau paragraf yang belum selesai, lalu siswa diminta meneruskan,” jelasnya.
Kemudian di hari Jumat, para siswa diminta membacakan hasil karya (gubahan) atau tulisan yang telah dibuat. Kemudian guru atau bisa teman yang lain memberi komentar atas bacaan karya tersebut.

Menurut Marwanto, program yang ditawarkan ini dilatarbelakangi kian terancamnya siswa di sekolah dasar untuk tidak lagi berimajinasi.
Merebaknya medsos dan tren anak yang punya kebiasaan menggulir gawai membuat siswa tumpul imajinasinya.
“Saat menggulir gawai, mereka umumnya hanya pasif, tidak produktif. Mereka larut menikmati tayangan di gawai saja. Nah, tradisi membaca dan menulis akan membuat mereka produktif,” papar Marwanto.
Tradisi membaca dan menulis yang dihidupkan lewat program 5 MBG diharapkan dapat merangsang siswa untuk berimajinasi.
“Mengaktifkan otak kiri dan kanan sekaligus untuk beraktivitas,” tegas sastrawan yang baru saja menerima penghargaan Anugerah 25 Tahun Kesetiaan Berkarya dari Kemendikdasmen itu.
Menanggapi tawaran program 5 MBG, Pengawas SD/MI Kapanewon Lendah, Karsiyem S.Pd., M.Pd menyambut baik.
“Program 5 MBG yang ditawarkan narasumber pada sesi rencana tindak lanjut di bimtek ini, menurut saya bagus. Pihak sekolah harus melaksanakan, namun seperti apa praktiknya tergantung kebijakan masing-masing sekolah dengan melihat kondisi yang ada,” jelasnya. ***
