Mabur.co – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menjadi sorotan menyusul beredarnya isu dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi kepolisian yang turut menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pengumuman penetapan tersangka disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merupakan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang menjabat sejak 27 Januari 2021. Perwira tinggi kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991.
Dilansir dari laman resmi Divisi Humas Polri, Selasa (3/11/2026), sebelum menduduki jabatan Kapolri, Listyo memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis kepolisian, mulai dari kepala kepolisian resor, direktur reserse, kepala kepolisian daerah, hingga Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Kariernya antara lain dimulai dengan menjabat Kapolres Pati pada 2009 dan Wakapolrestabes Semarang pada 2010. Pada 2011, dia dipercaya menjadi Kapolresta Surakarta, sebelum bertugas sebagai Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2012 dan Direskrimum Polda Sulawesi Tenggara pada 2013.
Pada 2014, Listyo mendapatkan penugasan di Sekretariat Militer Presiden sebagai ajudan Presiden Joko Widodo. Dia menjalankan tugas tersebut hingga 2016. Setelah itu, Listyo dipercaya menjadi Kapolda Banten pada 2016 dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri pada 2018.
Pada 6 Desember 2019, Listyo dilantik menjadi Kabareskrim Polri menggantikan Idham Azis. Selama menjabat, salah satu kasus besar yang ditangani adalah penangkapan buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia pada Juli 2020 setelah 11 tahun menjadi buronan.
Bareskrim Polri di bawah kepemimpinannya juga menangani penyidikan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung pada 2020. Dalam perkara tersebut, penyidik menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Pada Januari 2021, Presiden Joko Widodo mengusulkan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR. Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, pencalonannya disetujui secara aklamasi. Listyo kemudian resmi dilantik Jokowi sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.
Dari sisi pendidikan, Listyo merupakan lulusan Akpol 1991, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1998, Sespim 2006, serta pendidikan magister di STIK-PTIK pada 2008. Dia juga mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2017.
Selama berkarier di kepolisian, Listyo menerima sejumlah tanda jasa dan penghargaan, diantaranya Bintang Bhayangkara Nararya pada 2016, Bintang Bhayangkara Pratama pada 2019, serta Bintang Bhayangkara Utama pada 2021.
