Jalankan Politik Bebas Aktif, Prabowo Diminta Presiden Korsel Jembatani Dialog dengan Korut

1 Min Read
Two officials in formal suits sit in armchairs during a diplomatic meeting, with flags behind them and a flower arrangement on a small table between them.
Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan. (Foto: Istimewa)

Mabur.co-  Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengaku sempat diminta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk berkunjung ke Korea Utara. Momen itu terjadi saat Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan 31 Maret-1 April 2026.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Presiden Korea Selatan memintanya membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara.

Permintaan tersebut mencerminkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok.

“Presiden Korea Selatan, minta kepada saya, bisa nggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog,” ujarnya dilansir Antara, Sabtu (1/8/2026).

Indonesia Netral

Presiden Prabowo menilai kepercayaan tersebut lahir karena Indonesia selama ini dikenal tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Prinsip itu, membuat Indonesia dapat diterima oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan berbeda.

“Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri, negara manapun. Itu yang kita pegang teguh,” terangnya.

Menurut Presiden Prabowo, sikap netral dan terbuka terhadap semua pihak menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

“Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita, saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan,” imbuhnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar