Mabur.co — Media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya kabar seorang santriwati di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan yang disebut hamil dan melahirkan tanpa memiliki pacar maupun melakukan hubungan dengan laki-laki.
Yang semakin bikin heboh, santriwati yang diketahui berinisial F (22) itu bisa hamil lantaran melakukan hubungan hanya lewat mimpi. Pihak keluarga bahkan mengaku menerima peristiwa tersebut sebagai kehendak Tuhan dan tidak mempermasalahkannya.
Kabar menghebohkan itu sendiri langsung mencuri perhatian publik termasuk di dunia maya. Salah satu akun yang memposting kabar itu adalah akun Instagram @pekalongan.berita. Postingan tentang kehamilan misterius santriwati ini bahkan mendapat 3000 lebih like, 1000 komentar dan 1500 kali dibagikan.
Tak sedikit netizen yang menanggapi kabar ini dengan beragam spekulasi mulai dari adanya tindak asusila dari pihak pondok pesantren, hubungan terlarang dengan pacar, hingga mengaitkan peristiwa ini dengan hal mistis.
Setelah isu tersebut ramai menjadi perbincangan, pihak keluarga akhirnya buka suara. Dilansir Disway, Jumat (22/5/2026) ayah dari F, Slamet menjelaskan bahwa putrinya mengaku tidak pernah melakukan hubungan dengan laki-laki manapun.
“Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ia meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata. Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja,” ungkap Slamet.
Keterangan ini pun langsung membuat warga bertanya-tanya karena tak lazim terjadi. Meski begitu, pihak keluarga sendiri mengaku telah menerima peristiwa tersebut sebagai ujian hidup dan memilih tidak menyalahkan pihak manapun.
Tanda Kehamilan Sejak September 2025
Slamet menjelaskan, tanda-tanda kehamilan anaknya diketahui mulai terlihat sejak September 2025 setelah putrinya berhenti mengalami haid. Seiring berjalannya waktu, F kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki di Klinik Imamah, Kecamatan Doro.
Bayi tersebut saat ini dikatakan telah diadopsi secara resmi oleh sebuah keluarga di wilayah Banjarnegara.
“Kami sekeluarga sangat ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan segalanya kepada keyakinan serta kuasa Allah. Inilah alasan mengapa selama ini kami terkesan tertutup dan tidak menuntut pihak mana pun. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya, tidak ada orang lain yang terlibat, jadi kami yakini ini memang sudah takdir dari Allah yang memberikan,” tegas Slamet.
Sementara itu Kepala Desa Kedungkebo, Nuhsani, membenarkan kabar yang beredar luas di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan gejolak sosial di masyarakat. Masyarakat desa dikatakan juga tetap kondusif.
“Ya adem, biasa,” katanya.
Ia berharap dengan adanya penjelasan dari pihak keluarga, berbagai spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat dapat segera berakhir.
Terpisah, pihak Polsek Karangdadap hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi. Termasuk juga penjelasan medis maupun keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kehamilan tersebut.




