MuseumKu Gerabah, dari Kebutuhan Dapur Jadi Benda Seni

4 Min Read
Entrance to a pottery museum with a red brick dome and a sign reading 'MuseumKugErabah Timbulharjo' amid trees and decorative lights
MuseumKu Gerabah merupakan museum yang berisi kerajinan tembikar, gerabah, serta kafe yang terletak di Kajen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co– Kasongan merupakan salah satu daerah di Bantul yang dikenal sebagai sentra pembuatan kerajinan gerabah yang melimpah.

Gerabah yang ada di Kasongan disulap menjadi berbagai kerajinan dengan bentuk dan ukuran sesuai yang diinginkan.

Di setiap sudut Kasongan terdapat para penjual kerajinan yang siap menarik perhatian bagi pelanggan. Tidak hanya tempat menjual kerajinan saja, namun Kasongan juga memiliki museum unik yang memamerkan banyak tembikar dan seni yang bernama MuseumKu Gerabah.

Museum gallery with a large colorful mural, framed art, and white display plinths holding ceramic pots; a man in a striped shirt walks through left side.
Perwakilan dari Manajemen MuseumKu Gerabah, M.S. Hadi Arsa, saat memperlihatkan lukisan gerabah dari seniman Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Perwakilan dari Manajemen MuseumKu Gerabah, M.S. Hadi Arsa, mengatakan, MuseumKu Gerabah merupakan museum yang berisi kerajinan tembikar, gerabah serta kafe yang terletak di Kajen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Museum ini dibangun oleh seniman Timbul Raharjo yang merupakan Rektor ISI Yogyakarta dan dibuka pada 2023.

“MuseumKu Gerabah memiliki desain bangunan yang unik, yaitu seluruh bangunan berbentuk kubah berwarna terakota. Selain eksteriornya yang unik, interior pada museum tersebut menerapkan gaya industrial yang indah di area in door dan out door,” ujarnya saat ditemui, Jumat (12/6/2026).

Group of small unglazed terracotta pots and lids arranged on a white pedestal, with wooden sticks resting across them as part of an sculpture.
Displai gerabah zaman dahulu untuk kebutuhan dapur. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Hadi mengatakan, seniman Timbul Raharjo membuat museum tersebut merupakan dedikasi untuk Kasongan agar memiliki ikon wisata yang mewakili representasi dari gerabah itu sendiri.

“Keunikan dari MuseumKu Gerabah kami menghadirkan museum, ada juga art gallery, kemudian ada art class. Juga resto yang semuanya berpadu dalam satu tempat. Jadi di art gallery itu kita bisa melihat displai perkembangan gerabah dari zaman dahulu. Untuk kebutuhan dapur dan akhirnya berkembang menjadi benda seni. Kemudian tamu juga bisa ke art class, bisa belajar membuat gerabah, melukis gerabah dan sekaligus bisa ke area resto kami untuk menikmati kuliner,” katanya.

Untuk Semua Usia

Hadi mengatakan pula, untuk segmen pengunjung di museum, segala usia yang mengunjungi museum. Karena sesuai spirit Timbul Raharjo, ingin menghadirkan museum untuk semua segmen usia.

Untuk semua generasi, baik generasi yang lebih dewasa maupun yang generasi saat ini, juga untuk masa yang akan datang.

“Untuk pengunjung yang akan datang ke sini tidak dikenakan harga tiket Masuk (HTM), tetapi dalam bentuk minimal pembelian makan atau minum minimal Rp25.000. Untuk pengunjung yang hanya ingin berkunjung ke Museum. Sedangkan untuk workshop mewarnai gerabah harganya Rp75.000. Untuk workshop membuat gerabah harganya Rp125.000,” katanya.

Hadi menuturkan, tingkat kunjungan ke MuseumKu Gerabah, biasanya ramai saat weekend dan long weekend

“Kami sangat bahagia karena generasi saat ini dan publik saat ini banyak yang mengunjungi. Melihat angka kunjungan baik di week day maupun week end itu, tetap stabil, banyak tamu. Untuk week day (hari biasa) pengunjungnya kebanyakan dari grup sekolah-sekolah. Sekolah atau pun dari corporate jadi mereka mengadakan gathering dan liburan. Kalau yang di weekend ini lebih ke keluarga yang datang ke sini untuk mengisi hari libur di akhir pekan,” katanya.

Woman painting a white skull with black spots at a wooden table in a rustic workshop.
Salah satu pengunjung asal Bekasi Jawa Barat, Diana, saat mengikuti workshop melukis gerabah. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Bekasi, Jawa Barat, Diana mengatakan, sudah beberapa kali ke Yogyakarta. Ingin ke museum tersebut namun tidak pernah bisa.

“Hari ini akhirnya bisa ke sini untuk ikut workshop kerajinan gerabah yang tidak ada di kota lain. Pertama kali mengunjungi MuseumKu Gerabah, tempatnya sangat bagus sekali, dan dengan harga nominal yang dijanjikan sangat murah sekali. Di sini kita bisa merasakan membuat gerabah dan melukis gerabah,” katanya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment