Mabur.co – Kementerian Kebudayaan mempersembahkan harmoni para talenta muda yang tergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026, yang tampil dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam rilis yang diterima mabur.co, Senin (17/8/2026) malam dijelaskan, mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara.
Upacara dihadiri oleh segenap jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, didampingi istri Menteri Kebudayaan, Katharine Grace, turut hadir dalam kesempatan ini.
Orkestra GBN
Mendukung hikmatnya upacara, Kementerian Kebudayaan menghadirkan kolaborasi paduan suara dan orkestra GBN 2026.
Penampilan GBN menjadi simbol persatuan dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Sebanyak 182 talenta muda terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia tampil membawa keberagaman dalam harmoni.
Mereka terpilih melalui audisi nasional yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Proses seleksi yang ketat tersebut diikuti oleh 1.034 pendaftar paduan suara dan 301 pendaftar orkestra. Menbud Fadli Zon dalam kesempatan terpisah melalui tayangan video ucapan HUT Kemerdekaan RI ke-81, menyampaikan bahwa perjuangan bangsa hari ini adalah mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita proklamasi.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, kontribusi, pelestarian budaya, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian menghadapi persoalan bangsa.
“Mari kita rawat keberagaman sebagai anugerah, kebudayaan sebagai akar identitas, persatuan sebagai kekuatan, gotong royong sebagai jalan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan,” tegas Menbud.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, turut menyampaikan hal senada bahwa keberadaan Gita Bahana Nusantara di upacara sakral HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi momentum penting untuk menunjukkan diversity atau keberagaman Indonesia kepada masyarakat.
“Terdiri dari 182 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia, kehadiran mereka menunjukkan keberagaman bangsa kita yang luar biasa—mulai dari pakaian adat yang dikenakan, asal budaya, hingga bahasa daerah masing-masing. Lagu yang disampaikan selama upacara adalah lagu-lagu perjuangan dan nasionalisme yang punya nilai tersendiri. Dengan dibawakannya lagu-lagu tersebut di istana, tentu saja turut mempromosikan kekayaan lagu daerah ke tingkat nasional,” jelas Ahmad Mahendra.
Penampilan GBN pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dipandu oleh Vincent Wiguna sebagai konduktor.
10 Lagu Istimewa
Sebanyak 10 lagu istimewa dipersembahkan GBN selama rangkaian pra-upacara. Penampilan dimulai dengan enam lagu yaitu “Perdamaian”, ciptaan Abu Ali Haidar dan aransemen oleh Alvin Witarsa, serta “Dwi Warna” ciptaan Husein Mutahar yang diaransemen oleh Singgih Sanjaya.
Penampilan dari Dwi Rahma Aulia (Sumatera Barat) sukses membawakan lagu “Laksamana Raja Dilaut” ciptaan Ngah dan Iyet. Sementara itu, lagu “Candra Buana” ciptaan Ismail Marzuki yang diaransemen oleh Purwa Tjaraka turut dibawakan dengan apik. Dilanjutkan dengan persembahan lagu “Aku Indonesia” yang diciptakan oleh Simhala dan Tantranumata dengan aransemen oleh Alvin Witarsa.
Selain lagu bertema nasionalisme, GBN turut mempersembahkan medley lagu daerah yang diaransemen oleh Alvin Witarsa. Medley tersebut terdiri atas lima lagu, yaitu “Sayang Selayak” dari Sumatera Selatan, “Sabilulungan” dari Jawa Barat, “Palu Nataku” dari Sulawesi Tengah, “Bebilin” dari Kalimantan Utara, dan “Mana Lolo Banda” dari Nusa Tenggara Timur.
Menutup rangkaian pra-upacara, GBN membawakan “Indonesia Jaya” karya Chaken yang dinyanyikan oleh Krisdayanti dan Melly Goeslaw. Dalam rangkaian upacara, GBN juga mempersembahkan lagu “Hari Merdeka” yang legendaris karya Husein Mutahar.
Alunan lagu yang kental dengan semangat perjuangan itu menggema di lapangan upacara. Suasana kian syahdu dengan dibawakannya lagu “Bunga Seroja” sebelum akhirnya ditutup dengan gelora semangat lagu “Garuda Pancasila.” Konduktor Vincent Wiguna, menyampaikan bahwa penampilan membawakan ragam lagu nasional, daerah, hingga pop tersebut mencerminkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia.
“Itu menunjukkan, mencerminkan kekayaan Indonesia, semuanya bisa harmonis di dalam orkestra dan paduan suara. Kami harap semangat dari anak-anak juga boleh terpancar bagi seluruh anak-anak muda di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
